Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Gerardo Martino: Penggemar Daun Muda
hpr | Senin, 04 Januari 2010 | 05:25 WIB
|
Share:
AFP
Pelatih Paraguay, Gerardo Martino.

TERKAIT

GERARDO Martino sangat akrab dengan sepak bola Amerika Latin. Selama berkarier sebagai pemain pada 1980-1996, hanya Tenerife-lah klub non-Latin yang pernah dibelanya. Itu pun tidak sampai satu musim.

Setelah itu, baru pada 2002, Martino serius menekuni taktik sepak bola. Tercatat, ia pernah menangani sejumlah klub, yaitu Almirante Brown, Platense, Instituto, Club Libertad, Cerro Porteno, Colon de Santa Fe, dan Club Libertad, sebelum akhirnya dipercaya melatih Paraguay pada Februari 2007, menggantikan Anibal "Mano" Ruiz.

Kehadirannya memberikan efek instan dengan mengantarkan Paraguay ke putaran final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Dalam bimbingannya, Paraguay menuntaskan babak kualifikasi zona Amerika Latin di posisi ketiga dengan koleksi 33 poin, atau hanya kalah satu angka dari Brasil yang berada di puncak klasemen.

Kesuksesan itu didapatnya dengan kerja keras. Ia selalu mempelajari kekuatan lawan yang akan dihadapi dan memastikan bahwa ia punya materi pemain yang memungkinkan tim meraih kemenangan. Ia pun mampu menciptakan cetak biru taktik Paraguay, yaitu mempertahankan sistem bertahan tradisional.

Dalam pola tradisional yang cenderung defensif, misalnya 4-4-2 atau 4-3-1-2, Martino berhasil meracik kekuatan lini tengah dan depan sedemikian rupa, sehingga bisa menghasilkan daya ledak yang kuat.

Kini, taktik yang telah meloloskan Paraguay ke putaran final itu akan kembali diterapkan untuk memperbaiki rekor Piala Dunia Paraguay. Setidaknya, ia punya target membawa Paraguay melaju melewati putaran kedua.

Untuk melancarkan taktiknya, Martino sangat menyukai "daun muda", alias para pemain muda yang bertenaga, tapi juga bertalenta. Itu menjadi kekuatannya dalam meracik strategi yang merepotkan lawan. (*)