Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Samuel Eto'o: Singa Ganas Haus Gol
hpr | Senin, 04 Januari 2010 | 03:47 WIB
|
Share:
AFP
Striker haus gol andalan Kamerun, Samuel Etoo.

TERKAIT

TAK ada yang meragukan Samuel Eto'o sebagai striker. Dia sudah dikenal dunia sebagai striker haus gol.

Kamerun beruntung memilikinya. Ia merupakan salah satu penyerang paling ditakuti saat ini. Ibarat singa, dia amat ganas dan haus gol.

Namun, untuk sampai ke level itu, Eto'o harus menempuh perjalanan panjang. Bahkan, bisa disebut, ia adalah bintang yang telat bersinar.

Memang, karier sepak bola profesional Eto'o dimulai di Real Madrid pada 1997. Namun, setelah hanya tampil sebanyak tiga kali, Eto'o dipinjamkan ke Leganes, Espanyol, dan Real Mallorca selama tiga tahun.

Di Mallorca, Eto'o menemukan kembali ketajamannya. Mengingat Mallorca merupakan tim gurem, torehan 28 gol dari 120 penampilan merupakan prestasi besar, yang belum tentu bisa dicapai penyerang lain.

Sukses di Mallorca, Real Madrid yang masih memiliki separo nilai Eto'o, enggan menariknya. Eto'o malah dibiarkan menjadi pemain Barcelona. Di klub itu, Eto'o semakin menggila dan mendatangkan banyak gelar bergensi buat Barcelona.

Musim 2008-2009 bisa dikatakan musim terbaik dalam karier Eto'o hingga sekarang. Dengan torehan 34 gol dan enam assist, ia mengantar Barcelona meraih tiga gelar: Divisi Primera, Copa del Rey, dan Liga Champions.

Eto'o kemudian dijual ke Inter Milan untuk dibarter dengan Zlatan Ibrahimovic. Terlepas dari itu, ia akan tetap dikenang sebagai legenda Camp Nou. Di Inter pun, kemampuannya belum habis. Dia menjadi striker andalan "I Nerazzurri".

Karier Eto'o bersama timnas yang dimulai sejak 1996, juga tak kalah bagus. Tercatat, ia telah mencetak 42 gol dalam 89 penampilannya bersama Kamerun. Bahkan, saat ini, ia menjadi pencetak gol terbanyak Kamerun selama kualifikasi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, dengan total sembilan gol. Tidak berlebihan bila publik Kamerun berharap, Eto'o akan membawa timnas bersinar di Afrika Selatan nanti. Setidaknya  dan rekan-rekannya bisa imengulang kesuksesan Roger Milla dkk di Piala Dunia 1990 Italia, lolos ke perempat final. (*)