Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Paul Le Guen: Pelatih Jenius
hpr | Senin, 04 Januari 2010 | 03:33 WIB
|
Share:
AFP/Issouf Sanogo
Pelatih Kamerun, Paul Le Guen.

TERKAIT

KAMERUN adalah tim nasional pertama yang ditangani Paul Le Guen. Mengingat ia baru menjabat pelatih Kamerun sejak Juli 2009, keberhasilan membawa Kamerun ke putaran final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, melambungkan harapan publik, Kamerun akan bersinar di Afrika Selatan bersamanya.

Melihat rekam jejak kepelatihan Le Guen, ia memang terhitung jenius. Ia mengawali karier kepelatihan di Stade Rennais pada 1998. Pada 2002, ia menukangi Olympique Lyonnais dan sukses mengantar tim ini meraih tiga gelar juara Ligue 1 tiga musim berturut-turut. Setelah itu, ia mengundurkan diri dan pada 2006 menangani Glasgow Ranger. Semusim di Rangers, Le Guen hengkang ke Paris Saint-Germain, sebelum akhirnya melatih Kamerun.

Memang, prestasi Le Guen di Kamerun baru akan terlihat di Afrika Selatan, Juni mendatang. Namun, membandingkan masa kerjanya di Kamerun yang pendek dan sukses yang diberikannya, tak berlebihan bila publik mengharapkan Le Guen akan membawa keajaiban bagi "Tim Singa Padang Pasir" ini.

Meski dikenal sebagai pelatih yang keras, Le Guen memiliki profesionalisme tinggi. Ini yang membuatnya disegani para pemain, juga memudahkannya untuk meluluhkan ego pemain demi membangun tim yang solid.

Selain itu, Le Guen juga cerdas dalam membangun strategi fleksibel, memanfaatkan sumber daya yang ada. Berbeda dengan kultur sepak bola Eropa yang mengandalkan keterampilan dan taktik, di Kamerun Le Guen mengeksplorasi potensi fisik pemain.

Le Guen yakin, dengan kecepatan, kekuatan fisik, dan stamina, Kamerun mampu bersaing dengan tim-tim besar di Afsel nanti. Keyakinannya bertambah karena pemain Kamerun tak lagi membutuhkan adaptasi dengan lingkungan fisik Afsel, sesuatu yang dikhawatirkan sejumlah klub Eropa. Baginya, faktor fisik memiliki peran penting yang memengaruhi konsistensi permainan.

Di Afsel, Le Guen bakal mengandalkan striker Samuel Eto'o. Menurutnya, Eto'o merupakan satu dari empat penyerang terbaik dunia saat ini. Selain itu, Eto'o sendiri sudah cocok dengan formasi 4-4-2 Le Guen. Bila tak mendapat gangguan cedera, Kamerun bisa dipastikan tampil solid dan berbahaya. (*)