


LONDON, KOMPAS.com - Portsmouth bisa menjadi klub Premier League pertama yang dinyatakan bangkrut. Klub ini diberi deadline untuk segera melunasi utangnya. Jika tidak, maka Portsmouth akan dinyatakan bangkrut dan implikasinya bisa berpengaruh ke dalam liga.
Sebelumnya, HM Revenue and Customs (HMRC) telah mengajukan petisi ke Pengadilan Tinggi di London pada 23 Desember. Pengadilan akan digelar pada 10 Februari.
Jika Portsmouth tak jua melunasi utang kepada HMRC, maka klub itu akan dinyatakan bangkrut. Musim depan, mereka tak diperbolehkan mengikuti kompetisi Premier League.
Klub yang dimiliki tiga orang sejak Agustus itu, terus diganggu masalah keuangan. Mereka sudah dua kali gagal membayar gaji pemain pada waktunya. Portsmouth juga dilarang membeli pemain, karena utangnya terlalu banyak.
"Pompey" juga nyaris gagal lolos dalam uji kelayakan keuangan sebelum kompetisi. Harapan sempat muncul saat Sulaiman Al-Fahim mengambil alih klub. Tapi, kehadiran pebisnis dari Dubai, Uni Emirat Arab itu tak lebih dari tiga pekan. Portsmouth pun kembali kesulitan keuangan.
Klub yang kini berada di zona degradasi itu sempat kemudian diambil alih milyarder asal Arab Sauri, Ali Al-Faraj. Namun, dia kesulitan mencari investor untuk membayar utang-utang klub, termasuk kepada HMRC. (AP)


