Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Pelatih dan Pemain Arema Ancam Hengkang
made | Rabu, 23 Desember 2009 | 20:40 WIB
|
Share:
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Pemain Arema Malang, M Fakhrudin (kanan), dipeluk rekan-rekannya seusai mencetak gol pertama ke gawang Persipura Jayapura dalam laga Djarum Liga Super Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Rabu (9/12).

TERKAIT

MALANG, KOMPAS.com - Masa depan Arema Malang dalam menyelesaian Liga Super Indonesia 2009 ini langsung buram. Sejumlah pilar yang menukangi prestasi Singo Edan tersebut hingga kini merebut posisi puncak klasemen sementara liga, mengancam mengundurkan diri karena kecewa dengan manajemen.

Lima pilar Singo Edan tersebut adalah pelatih Robert Rene Albert, duet pemain asal Singapura yaitu Noh Alamshah dan M.Ridhuan, gelandang asal Slovakia Chmelo Roman, stoper asal Kamerun Piere Njanka, dan gelandang asal Gabon, Landry Poulangoye.

Mereka mengancam tidak akan kembali usai libur panjang sambil menunggu jadwal pertandingan selanjutnya, melawan Persema Malang pada Januari 2010 mendatang.

"Ini laga terakhir saya. Saya tidak akan kembali jika manajemen tidak memberikan hak kami sesuai kontrak mereka yang telah dijanjikan," ujar Robert kepada pers usai menundukkan Sriwijaya FC 3-0, Rabu (23/12/2009) di Stadion Kanjuruhan Malang.

Menurut Robert, sebenarnya persoalan antara manajemen dan tim sudah berlangsung lama. Hanya saja baru pada laga kedua belas itulah mereka bercerita kepada publik.

"Kami ingin menunjukkan bahwa hasil seperti ini murni karena dedikasi para pemain ini. Kami kekurangan dukungan dari manajemen yang tidak profesional," ujar pelatih kelahiran Belanda tersebut.

Robert mencontohkan buruknya manajemen tim salah satunya saat Arema bersuka ria menang tandang 1-0 lawan Persijap Jepara, justru setibanya di hotel di Malang tempatnya tinggal selama ini, ia dia menerima surat peringatan bahwa harus segera pindah karena ongkos hotelnya selama ini belum dibayar oleh manajemen.

"Kami tidak ingin menuntut lebih. Kami hanya ingin hak kami dalam kontrak dipenuhi. Namun hingga kini kenyataannya tidak. Mungkin usai libur panjang nanti saya bersama Ridhuan tetap akan kembali ke Malang. Namun kami tidak akan mau bermain saat melawan Persema nantinya selama kontrak kami tidak ditaati," ujar Noh Alamshah.

Hal senada diungkapkan Piere Njanka dan kiper Markus Horison. "Kami ini tidak butuh banyak. Kami hanya butuh respect dari manajemen. Kami ingin janji yang sudah diberikan ditepati," imbuh Njanka.

Kondisi ini terlihat cukup tragis, apalagi setelah Arema menunjukkan prestasi gemilangnya selama 12 kali pertandingan. Dengan nilai 27, hasil dari delapan kali menang, tiga kali bermain imbang, dan dua kali kalah, Singo Edan pun bertengger di puncak pimpinan klasemen sementara liga.

Presiden Direktur PT Arema Indonesia, Gunadi Handoko, menyayangkan jika persoalan tersebut sampai muncul di media massa. Pembagian bonus dan gaji sudah lunas. Bahkan gaji untuk Robert bulan Januari sudah dibayar separuh sebab ia minta untuk pulang Natal. "Yang kurang hanyalah penyelesaian down payment sebesar 25 persen dari kontrak awal," ujar Gunadi.

Mengenai mobil untuk pemain, selama ini memang hanya Alamshah yang mendapat mobil pribadi. Adapun kendaraan untuk pemain lainnya, dipakai kolektif.

"Kondisi ini terjadi karena memang sejak awal kami menerima Arema dari Bentoel adalah dalam keadaan kas kosong. Sponsor senilai Rp 7,5 miliar dari Bentoel pun hingga kini masih dilunasi bertahap. Selama ini kami menggunakan uang ticketing untuk berbagai keperluan pemain termasuk pihak ketiga. Seharusnya ini disadari bersama," ujarnya.

Persoalan ini mencuat menurut Gunadi disebabkan oleh ulah pihak ketiga yang mengadu domba tim dengan manajemen. Ada pihak-pihak yang tidak ingin Arema berhasil, sehingga mengadu domba tim dan manajemen. "Ini yang saya pikirkan saat ini," ujarnya.

Selama ini, Gunadi memang mengaku komunikasi mengenai hal-hal teknis lebih diserahkannya pada manajer dan asisten pelatih. Tidak semua hal kecil menurutnya harus berbicara langsung dengannya. Sebab ia harus mengatur cashflow Arema, bekerja sama dengan pihak ketiga, dan kepentingan lainnya.