Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Arema dan Persema Gebuk Lawannya 3-0
lou | Rabu, 23 Desember 2009 | 19:14 WIB
|
Share:

MALANG, Kompas.com - Laga lanjutan Liga Super Indonesia 2009, Rabu (23/12/09) di Malang berakhir dengan banjir gol kemenangan bagi tuan rumah. Kesebelasan Arema dan Persema Malang sama-sama menang 3-0 atas lawan-lawannya.

Kesebelasan "Singo Edan" Arema Malang dalam dua babak pertandingan tersebut berhasil membungkam Sriwijaya FC dengan skor 3-0. Hasil itu semakin mengokohkan posisi Arema sebagai pimpinan puncak klasemen sementara liga musim ini.

Dalam laga yang disaksikan 40.000-an Aremania tersebut (suporter Arema), kedua kesebelasan sebenarnya memainkan permainan cantik. Serangan demi serangan, pergulatan pemain di setiap lini, menjadikan laga tersebut cukup sayang untuk dilewatkan meski hanya beberapa menit.

Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, terlihat merotasi ujung tombak serangannya. Ia justru mencadangkan Obiora, padahal biasanya memasangnya sebagai starter.

Di kubu tuan rumah terlihat tidak banyak perubahan formasi pemain. Lini belakang tetap diserahkan pada Piere Njanka dan kawan-kawannya, lini tengah tetap memasang Roman, M. Ridhuan, dan Landry Poulangoye. Serta di lini depan, mempercayakan serangan pada striker Noh Alamshah.

Gol pertama dicetak stoper senior Piere Njanka melaui heading, memanfaatkan sepak pojok dari Juan Revi di lima menit pertama sejak wasit Olehadi meniup peluit dimulainya pertandingan.

Dua gol Arema lainnya dicetak di babak kedua tepatnya di menit ke-56 dan ke-61. Di menit 56, dengan kerjasama bagus antara gelandang asal Singapura, Muhammad Ridhuan, striker muda Arema M.Fakhrudin berhasil menjebol gawang Sriwijaya FC yang dikawal Fery Rotinsulu.

Lima menit berselang, gelandang Arema asal Slovakia, Chmelo Roman, dengan tendangan jarak jauhnya berhasil memaksa Fery Rotinsulu kembali memungut si kulit bundar dari gawangnya untuk ketiga kalinya.

Hingga pertandingan usai, kedudukan tidak berubah 3-0 bagi kemenangan Singo edan.

"Secara umum pertandingan berjalan imbang. Namun selamat untuk Arema, mereka layak menang hari ini. Mereka bermain lebih efisien dan taktis. Kami sebenarnya juga memiliki banyak peluang, hanya gagal menyelesaikannya dengan baik," tutur Rahmad Darmawan.

Pelatih Arema Sendiri, Robert Rene Albert menuturkan bahwa permainan anak asuhnya hari ini sangat bagus dan enak ditonton. "Hanya saja kami lebih beruntung sehingga bisa memanfaatkan peluang menjadi gol," ujarnya.

Tragisnya, usai laga tersebut terbuka pula persoalan di balik gemilangnya prestasi Arema tersebut. Secara khusus, pelatih Robert Rene Albert dan sejumlah pemainnya memberikan keterangan kepada media massa usai konferensi pers.

"Arema tim baik. Hanya saja banyak persoalan di belakangnya. Hasil Arema seperti ini sebenarnya murni dari dedikasi para pemain Arema. Sedangkan kami kekurangan dukungan dari manajemen tim yang tidak profesional," ujar Robert.

Robert bercerita hingga saat ini ia tidak mendapatkan fasilitas kontrak yang dijanjikan manajemen Arema saat awal dahulu dipinang. Robert bercerita misalnya saja usai menang tandang 1-0 atas Persijap Jepara, sesampainya di hotel di Malang tempat ia menginap selama ini, ia justru menerima surat peringatan bahwa ia harus segera pindah karena ongkos hotelnya selama ini belum dibayar.

"Apa itu namanya manajemen profesional?" ujarnya.

Hal senada diungkapkan dua pemain asing Arema Piere Njanka dan Noh Alamshah. Dalam kesempatan itu pula, Robert dan lima pemain asingnya berniat hengkang dari Malang jika kontrak mereka tidak dipenuhi.