Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
"Setan Merah" Mati, Ferguson Frustrasi
tjatur | Minggu, 20 Desember 2009 | 06:46 WIB
|
Share:
AFP/CARL DE SOUZA
Pelatih Manchester United, Alex Ferguson.

TERKAIT

LONDON, KOMPAS.com - Pelatih Manchester United (MU), Alex Ferguson mengaku frustrasi melihat anak-anak didiknya dihajar tiga gol tak berbalas oleh Fulham, dalam lanjutan Premier League, di Craven Cottage, Sabtu (19/12/2009). Secara khusus, ia menilai, gol kedua Fulham, yang dicetak Bobby Zamora, benar-benar mematikan permainan MU.

Pada pertandingan itu, MU sempat tampil dominan di awal laga. Sayangnya, belum mampu mencetak gol, mereka dikejutkan oleh gol Danny Murphy di menit ke-22. Gol itu mendongkrak kepercayaan diri pemain Fulham, yang membuat MU kesulitan mengambangkan permainan.

Menurut Ferguson, setelah menutup babak pertama dengan ketinggalan 0-1, MU berniat bangkit di awal paruh kedua. Namun, belum sempat berbuat apa-apa, mereka "dibunuh" oleh gol cepat Fulham yang dicetak Zamora. Damien Duff menambah penderitaan MU dengan torehan golnya di menit ke-75.

"Kami kalah oleh gol yang sangat mudah di babak pertama dan itu memberikan mereka acuan untuk dikembangkan. Itu penting bagi mereka dan buruk bagi kami. Selanjutnya perjuangan semakin sulit," ungkap Ferguson.

"Kemudian gol kedua, tepat setelah turun minum, membunuh pertandingan. Itu adalah pembunuh bagi kami. Kami tidak mengantisipasi itu," lanjutnya.

Lebih jauh, Ferguson mengakui Fulham tampil lebih baik dari timnya. Namun, ia masih memiliki sedikit ganjalan kepada sejumlah keputusan wasit Howard Webb.

"Wasit membuat keputusan yang payah saat gol ketiga terjadi. Namun, saya pikir, itu memang sulit bagi kami. Kami tak bisa mengatas Fulham sama sekali. Mereka bertahan sangat baik dan terorganisasi. Sungguh, ini adalah hari yang sulit bagi kami," keluhnya. (MUTV)