Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Ribery Indikasikan Tinggalkan Bayern
tjatur | Jumat, 18 Desember 2009 | 04:05 WIB
|
Share:

MUENCHEN, KOMPAS.com - Gelandang Bayern Muenchen, Frank Ribery mengindikasikan tidak akan memperpanjang kontrak bila Bayern Muenchen gagal menjuarai Liga Champions musim ini. Itu bisa memaksa Bayern menjualnya di akhir musim, ketimbang rugi mempertahankannya tanpa perpanjangan kontrak.

Kontrak Ribery akan habis pada Juni 2011 mendatang. Bila bertahan tanpa perpanjangan kontrak, Ribery akan pergi sebagai free agent, yang berarti Bayern tak akan mendapat uang sepeser pun.

Atas alasan itu pula, Presiden Bayern, Uli Hoeness, akan menawarkan kontrak baru sebelum akhir musim. Bila Ribery menolak, Hoeness mengancam akan menjualnya.

Ribery mengaku tak gentar menghadapi tekanan itu. Ia tak mau terburu-buru memperpanjang kontrak, sebelum melihat sejauh mana Bayern melangkah di Liga Champions musim ini. Bila Bayern gagal menjadi kampiun Eropa musim ini, Ribery siap membangkang, meski itu berarti, ia akan terpaksa bertahan sampai kontraknya habis.

Menurut Ribery, menjuarai Liga Champions merupakan ambisi nomor satunya saat ini. Sejauh ini, ia melihat Bayern tak cukup kuat untuk memenuhi ambisinya itu. Ia sendiri akan berusaha cepat kembali kepada performa terbaiknya, supaya bisa memperbesar peluang meraih juara Liga Champions.

"Uang bukan faktor yang menentukan. Itu tak masuk hitungan dalam pertimbanganku. Aku memiliki hidup yang baik dan menghasilkan cukup uang. Masaahnya, kami tak bisa berkompetisi dengan Barcelona, Real Madrid, Arsenal, atau Inter Milan. Mereka lebih kuat. Menurut pendapatku. Untungnya, dalam sepak bola semuanya bisa terjadi," ujar Ribery.

"Belum ada pertemuan (dengan Bayern). Namun, akhir musim ini, aku ingin tahu apakah aku akan bertahan atau pergi. Aku tidak memikirkan (transfer) saat ini. Aku senang bermain untuk Bayern dan memiliki rekan-rekan tim hebat. Aku sekarang fokus untuk kembali (kepada performa terbaik). Kemudian, kami akan berpikir (tentang transfer)," lanjutnya.

Selain itu, Ribery juga menyesali ketidakharmonisan relasi Luca Toni dan pelatih Louis van Gaal. Menurutnya, Toni merupakan pemain bagus yang pantas mendapat jam terbang dan perlakuan lebih baik dari pelatih.

"Luca adalah teman baikku. Sangay disayangkan bila ia pergi, karena kupikir, ia adalah pemain penting dan sudah banyak berjasa kepada Bayern. Aku minta maaf atas situasi yang Luca alami," katanya.

Namun, Ribery sendiri menolak untuk bicara soal hubungannya dengan Van Gaal, yang disebut media Jerman juga kurang harmonis. Ia hanya mengatakan, bahwa secara profesional, keduanya bisa bekerja sama.

"Itu normal. Ia bekerja di sini. Aku juga bekerja di sini," kilahnya, seraya menambahkan, bahwa apa pun keputusannya akhir musim ini, Van Gaal tak bisa mencampuri keputusannya. (DM)