


MOSKWA, KOMPAS.com - Asosiasi Sepak Bola Korea Utara menginginkan Guus Hiddink untuk melatih timnas negara tersebut saat mereka ambil bagian dalam putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Namun, Hiddink yang kini masih melatih timnas Rusia dikabarkan telah menolak tawaran tersebut.
Bagi Korut, penampilan di putaran final Piala Dunia kali ini merupakan yang pertama kali sejak tahun 1966. Tentu saja mereka ingin meraih sukses baru dan Hiddink merupakan figur yang cocok untuk memberikan kejutan bagi negara tersebut. Lagi pula, Hiddink pernah sukses membawa tetangga mereka, Korea Selatan, ke semifinal Piala Dunia 2002.
Hiddink punya catatan manis selama menjadi pelatih Belanda, Korsel, dan Australia, meskipun ketiganya belum mampu merebut gelar kampiun Piala Dunia. Bersama Belanda, ia sukses membawa tim "Oranye" tersebut ke babak semifinal di tahun 1998. Empat tahun kemudian, Hiddink membuat kejutan dengan membawa Korsel masuk ke semifinal, antara lain dengan mengalahkan beberapa jagoan Eropa seperti Italia, Spanyol maupun Portugal. Bersama timnas Australia, pelatih asal Belanda ini mampu meloloskan Negeri Kangguru tersebut ke babak kedua Piala Dunia 2006.
Sayangnya, keinginan Korut untuk menggaet Hiddink itu baru bertepuk sebelah tangan. Hiddink dikabarkan menolak tawaran mereka dengan alasan merasa tidak enak kepada Rusia, yang gagal lolos babak kualifikasi. Hiddink gagal membawa Rusia lolos kualifikasi lewat play-off melawan Slovenia. Demikian yang dilaporkan dari stasiun televisi Belanda, Voetbal International.
Bagi Korut sendiri, nampaknya mereka harus kerja ekstrakeras di Piala Dunia nanti. Pasalnya, mereka berada satu grup bersama Brasil, Pantai Gading dan Portugal. Tentunya ketiga negara itu bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan.(GL)

