


KEDIRI, KOMPAS.com - Kendati tampil dengan kondisi pemain yang compang-camping, Persik Kediri berhasil mengalahkan tim tamunya Persiba Balikpapan dengan kemenangan tipis 1-0, pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (13/12).
Gol tunggal dicetak melalui sundulan oleh pemain tengah Suswanto pada menit ke-28. Keberuntungan bagi tim "Macan Putih" ini berawal tendangan sudut yang dilakukan Khusunul Yuli dari arah kiri gawang Persiba Balikpapan yang dijaga kiper I Made Wirawan. Bola tepat mengarah di depan gawang. Pada saat yang sama, Suswanto langsung menjemput bola dengan kepalanya.
Gol tunggal ini langsung mengubah kedudukan kedua tim menjadi 1-0, untuk kemenangan tim tuan rumah. Hingga istirahat turun minum, kedudukan tidak berubah.
Pada babak kedua, Persiba Balikpapan bermain menyerang. Serangan yang dilakukan tim berjuluk "Beruang Madu" ini pun sempat membuat lini pertahanan Persik Kediri kalang kabut.
Kiper Persik Kediri, Herman, beberapa kali jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya dari serangan musuh. Herman juga sempat mengalami cedera tangan saat berbenturan langsung dengan striker Persiba, Park Jung Kwan.
Namun sayang, serangan demi serangan yang dibangun tim tamu belum membuahkan hasil. Sejumlah peluang emas terbuang sia-sia. Bahkan tambahan waktu 4 menit yang diberikan wasit di akhir pertandingan, tidak berhasil dimanfaatkan secara maksimal oleh kedua tim. Persik pun memastikan kemenangan 1-0.
"Kami puas dengan hasil ini. Walaupun 50 persen pemain utama tidak dapat turun, tetapi kami berhasil mempertahankan kemenangan hingga pertandingan berakhir. Penampilan anak-anak benar-benar tidak mengecewakan," ujar pelatih Persik Kediri, Gusnul Yakin, saat ditemui seusai pertandingan.
Gusnul mengatakan, sebenarnya ia tidak memasang strategi bertahan dalam menghadapi Persiba. Namun, karena kualitas pemain tengahnya kurang maksimal, Persik akhirnya cenderung mengambil posisi bertahan dibandingkan menyerang.
Sementara itu pelatih Persiba Balikpapan, Haryadi, mengaku tidak terlalu kecewa kendati timnya menuai kekalahan. Itu karena timnya memiliki sejumlah peluang bagus untuk mencetak gol, walaupun akhirnya gagal dimanfaatkan dengan baik.
"Kami terlalu dipantau lawan. Pemain saya mendapat pressure (tekanan) yang tinggi. Saya pikir kami hanya sial saja sehingga banyak peluang yang terbuang sia-sia," katanya. (NIK)

