


BARI, KOMPAS.com — Juventus menyerah 1-3 kepada Bari pada duel lanjutan Serie-A, di Stadion San Nicola, Sabtu atau Minggu (13/12/2009) dini hari WIB. Tanpa tambahan poin, Juventus terancam semakin tertinggal dari persaingan merebut scudetto.
Sebelum pertandingan, Juventus berada di peringkat ketiga dengan 30 poin. Mereka kalah satu angka dari AC Milan di tempat kedua dan lima angka dari Inter Milan di tempat pertama.
Mengingat AC Milan dan Inter baru akan bermain pada hari Minggu, kemenangan Juventus atas Bari akan memberi tekanan kepada dua klub Milan itu. Namun, karena gagal mendulang poin, Juventus malah terancam tertinggal.
Juventus sangat mengerti keadaan itu. Kekalahan 1-4 dari Bayern Muenchen dan tersingkir dari Liga Champions, Rabu (9/12/2009), juga membuat mereka sangat berambisi untuk menang atas Bari. Selain untuk mencari momen kebangkitan, kemenangan juga akan menjaga persaingan scudetto sebagai satu-satunya target realistis musim ini.
Sayang, Bari enggan bermurah hati kepada Juventus. Bermain di kandang sendiri, Bari berani tampil agresif sejak menit awal. Bahkan, belum sempat Juventus memberi ancaman, Bari mampu unggul lebih dulu melalui Riccardo Meggiorini di menit ketujuh.
Gol bermula dari kesalahan Claudio Marchisio mengantisipasi bola Meggiorini, sehingga bola bisa kembali dikuasai Meggiorini. Tanpa buang waktu, Meggiorini langsung mengirim bola ke tengah bawah gawang Juventus, yang dikawal Gianluigi Buffon.
Tak mau kehilangan poin, Bari segera merapikan barikade pertahanannya. Setidaknya, ketika tak menguasai bola, Bari menempatkan delapan atau sepuluh pemain di wilayah pertahanan sendiri.
Hal itu menyulitkan Juventus untuk menciptakan ancaman ke gawang Bari. Meski mampu mendesak, aksi Juventus mandek di luar kotak penalti Bari. Untuk mengatasi kebuntuan, Juventus berusaha melepaskan tembakan spekulasi untuk merusak perhatian pemain Bari.
Setelah beberapa kali gagal, Juventus berhasil menyamakan kedudukan melalui David Trezeguet di menit ke-23. Memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Diego yang ditepis Jean Francois Gillet, Trezeguet mengirim bola masuk ke tengah gawang Bari.
Tak mau kehilangan momen, Juventus terus mencecar pertahanan Bari. Nyaris tanpa perlawanan, Juventus mampu menciptakan gelombang ancaman ke gawang Bari. Pada menit ke-25 dan ke-28, misalnya, Juventus berpeluang menambah gol melalui Amauri dan Thiago. Sayang, usaha itu bisa dikandaskan Gillet.
Di menit ke-39, Diego mencoba memecah kebuntuan dengan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Namun, spekulasi Diego juga masih belum mampu mengatasi kejelian dan kesigapan Gillet.
Sementara masih pusing mencari cara menambah gol, Juventus malah dikejutkan serangan balik Bari di menit ke-44. Tidak siap merespons kejutan ini, Fabio Cannavaro pun terpaksa melanggar Paulo Vito Barreto di kotak penalti. Tanpa banyak bicara, wasit mengacungkan kartu kuning kepada Cannavaro sekaligus menunjuk titik putih.
Barreto yang dipercaya melakukan eksekusi, menjalankan tugas dengan baik. Sepakannya ke sudut kanan bawah gawang gagal diantisipasi Buffon sehingga skor berubah menjadi 2-1 untuk Bari.
Dengan waktu tersisa, Juventus mencoba bangkit. Namun, belum sempat membuat peluang gol, wasit keburu membunyikan peluit tanda turun minum.
Memasuki babak kedua, Juventus mencoba mengambil inisiatif menyerang. Serangan cepat dari sektor tengah yang mereka lakukan pun nyaris membuahkan gol penyama kedudukan dari kaki Trezeguet. Sayang, tembakannya dari tengah kotak penalti, mengarah lurus ke Gillet, yang dengan mudah menepis bola.
Di menit ke-51, Trezeguet kembali membuang kesempatan menyamakan kedudukan. Saat itu, seusai mendapat umpan dari Diego, ia mengirim bola ke sudut kiri bawah gawang Bari. Namun, bola masih bisa diamankan Gillet.
Di tengah rasa frustrasi, Juventus mendapatkan kesempatan bagus mencetak gol, yaitu ketika mendapat hadiah penalti, menyusul pelanggaran yang dilakukan Sergio Almiron kepada Fabio Grosso di menit ke-67. Sayang, peluang ini pun gagal dimanfaatkan dengan baik. Diego yang dipercaya mengeksekusi hadiah, mengirim bola melambung di atas mistar gawang Bari.
Juventus memang masih mendominasi permainan seusai kegagalan itu. Namun, kegagalan mencetak gol dari titik penalti terlihat memengaruhi konsentrasi dan determinasi Juventus.
Sementara Juventus masih merenungi kegagalannya, Bari malah berhasil mencuri peluang menambah keunggulan melalui Sergio Almiron di menit ke-81. Setelah menerima umpan Pedro Kamata, Almiron melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, yang bersarang di sudut kanan bawah gawang Buffon.
Tertinggal dua gol saat laga tinggal menyisakan waktu sekitar sepuluh menit, Juventus mencoba bangkit. Mengandalkan permainan sayap, yang dimotori Claudio Marchiso dan Mauro Camoranesi, Juventus mencoba menipiskan jarak.
Kerja keras Juventus membuahkan sepasang kesempatan gol di menit ke-88 dan ke-90. Namun, Marchisio dan Sebastian Giovinco, yang melakukan eksekusi, dipaksa melihat tembakan mereka kandas di tangan Gillet.
Juventus tak bisa berlama-lama menyesali kegagalan mereka di lapangan karena peluit panjang berbunyi, dengan angka 3-1 untuk Bari, tertera di papan skor.
Dengan hasil tersebut, Juventus masih tersendat di posisi ketiga klasemen dengan 30 poin. Sementara itu, bagi Bari, kemenangan ini membuat koleksi poin mereka bertambah menjadi 24 poin, sehingga berhak naik ke peringkat kelima.
Susunan pemain:
Bari: Gillet; Stellini, Bonucci, Diamoutene, A Masiello; Rivas (Kamatà 63), Almiron, Donati, Alvarez; Barreto (Greco 61)), Meggiorini (Gazzi 71)
Juventus: Buffon; Molinaro (Grosso 66), Cannavaro, Legrottaglie, Cáceres; Poulsen, Marchisio, Tiago (Camoranesi 75, Giovinco 86), Diego; Trezeguet, Amauri

