


LONDON, KOMPAS.com - Pelatih Chelsea, Carlo Ancelotti, tampaknya tak bisa melupakan AC Milan. Pasalnya, Ancelotti sangat berharap Chelsea bertemu Milan di babak 16 besar Liga Champions.
"The Blues" memastikan lolos ke babak knock-out setelah menahan imbang APOEL Nicosia 2-2. Hasil ini menempatkan Chelsea sebagai juara Grup D.
Sebagai juara grup, Chelsea akan bertemu salah satu dari delapan klub yang menjadi runner-up. Chelsea kemungkinan akan bertemu Bayern Muenchen, CSKA Moskwa, AC Milan, FC Porto, Olympique Lyonnais, Inter Milan, Stuttgart, dan Olympiacos.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Milan seperti kebakaran jenggot jelang pengundian 18 Desember mendatang. Milan sangat khawatir bertemu Chelsea. Mereka menilai, kekuatan Chelsea semakin luar biasa ketika dilatih Ancelotti.
Sebaliknya, Ancelotti berharap timnya bertemu bekas tim yang pernah diarsitekinya itu. Ia ingin menjajal tim yang penampilannya sedang menanjak di segala dikompetisi.
Apalagi, penampilan Milan sangat meyakinkan di pentas Liga Champions musim ini. Milan berhasil meraih dua kali kemenangan dari tiga laga tandang.
Selain itu, bagi Ancelotti, bertemu Milan adalah sesuatu yang membanggakan. Pasalnya, "Tim Merah Hitam" menorehkan prestasi yang cukup gemilang dengan meraih tujuh trofi Liga Champions.
"Chelsea-Milan akan menjadi situasi yang sangat aneh bagi kedua-duanya. Hal itu di luar diskusi, jika kami bertemu Milan kemudian akan menjadi sesuatu yang spesial," ungkapnya.
"Saya mengakui, akan lebih suka menghindari berhadapan dengan Leo pada bulan Februari di Stamford Bridge. Tetapi jika itu terjadi, tidak ada masalah. Sepak bola menempatkan situasi ini di depan anda. Itu telah terjadi pada Kaka saat melawan Milan dalam babak penyisihan grup bersama Real Madrid," imbuhnya.
Sekadar catatan, pertemuan terakhir kedua tim di ajang Eropa terjadi pada musim 1999-2000. Saat itu, Chelsea ditahan Milan 0-0 di Stamford Bridge. Kemudian, Milan juga menahan imbang Chelsea 1-1 di San Siro. (FBI)

