Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Tim Garuda Masih Hadapi Jalan Terjal
tjatur | Jumat, 11 Desember 2009 | 15:55 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Apa yang dihadapi oleh tim sepak bola nasional Indonesia di SEA Games XXV 2009 di Laos masih belum seberapa. Dalam dua tahun mendatang, tim "Merah Putih" masih akan menghadapi jalan yang lebih berat.

Sekjen PSSI Nugraha Besoes di Bandung, Jumat (11/12/2009), mengakui bahwa timnas U-23 yang diberangkatkan ke Laos kali ini memang menghadapi banyak kendala dalam pembentukannya. Namun, hasil buruk yang diperoleh di turnamen se-Asia Tenggara itu sungguh mengejutkan sekaligus menyakitkan.

"Ini hasil yang sangat tidak mengenakkan," katanya kepada Kompas.com melalui telepon.

Nugraha mengatakan, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid sudah memerintahkan untuk mengadakan evaluasi dan pembenahan sesegera mungkin. Ini dilakukan karena dalam waktu dekat PSSI harus mempersiapkan tim untuk menghadapi turnamen-turnamen besar pada 2010 dan 2011.

"Kita nanti akan lebih berat pada 2010 dan 2011. Pada 2010 nanti kita akan ada pre-Olympic, Asian Games, dan Suzuki World Cup. Pada 2011 kita akan jadi tuan rumah SEA Games," paparnya.

Ia menambahkan, segera setelah SEA Games di Laos, PSSI akan memikirkan seleksi pemain yang tepat termasuk sumber-sumber pemain, cara penyeleksian, dan pihak yang paling bertanggung jawab dalam seleksi tersebut. PSSI juga harus memikirkan mengenai jadwal turnamen dan kompetisi lokal serta kendala kesiapan pemain menjelang turnamen internasional.

"(Di liga) pemain-pemain kita banyak dibangkucadangkan dan justru pemain asing yang dimainkan. Ke depan kita harus lebih terprogram lagi," ujarnya.

Bentrok antara jadwal turnamen internasional dan lokal itu sudah terlihat pada pra-Piala Asia lalu. Sejumlah pemain nasional terancam sanksi jika masih ngotot membela klub dan mengabaikan timnas. (*)