


LIVERPOOL, KOMPAS.com — Pelatih Fiorentina Cesar Prandelli mengaku tak percaya timnya bisa menang 2-1 atas Liverpool dalam duel lanjutan penyisihan grup Liga Champions di Anfield, Rabu (9/12/2009). Pasalnya, sejak awal, ia menilai Liverpool tak mungkin kalah di depan pendukung sendiri. Tak lupa, ia memuji semangat juang pasukannya.
Duel Fiorentina dan Liverpool sudah tak lagi menentukan. Apa pun hasil laga itu, Fiorentina tetap lolos ke 16 besar dan Liverpool tetap tersingkir. Mengingat laga digelar di Anfield, Prandelli mengaku tak mendesak timnya untuk menang, apalagi setelah Liverpool unggul lebih dulu melalui Yossi Benayoun di menit ke-43.
Namun, meski sudah lolos, "La Viola" tak sudi menyerah begitu saja. Di babak kedua, mereka melesakkan dua gol ke gawang "The Reds". Mereka mampu mempertahankan keunggulan 2-1 itu sampai peluit berbunyi panjang.
"Sejujurnya, saya tak percaya kami mengakhiri (babak penyisihan sebagai juara Grup E). Namun, tim berada dalam bentuk yang bagus dan telah mencapai target. Ini adalah ketenangan yang luar biasa," ungkapnya.
"Jelas, babak pertama berlangsung bagus. Kami bersaing ketat dan memberikan masalah bagi Liverpool. Setelah turun minum, kami sedikit takut. Namun, saya senang karena kami berusaha untuk menang sampai tendangan yang terakhir," tambahnya.
Kemenangan atas Liverpool membuat Fiorentina finis sebagai juara grup dengan 15 poin. Mereka didampingi Olympique Lyonnais yang menduduki tempat kedua dengan 13 poin. (FBI)

