

BOJONEGORO, KOMPAS.com- Pertemuan antara pendukung Persibo Bojonegoro atau Boromania dengan Badan Anggaran DPRD Bojonegoro, Rabu (9/12) siang ini berlangsung panas.
Dalam pertemuan yang dimaksudkan untuk klarifikasi soal anggaran lampu Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro yang digelar di ruang Komisi B itu, sejumlah perwakilan Boromania bahkan sampai naik meja.
Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Bojonegoro Komisaris Suhariyono sampai harus mengancam mengeluarkan mereka dari gedung bila mereka berbuat anarkis.
Emosi perwakilan Boromania itu memuncak ketika Juru Bicara Badan Anggaran Ali Huda menolak meminta maaf dan menjelaskan perihal pemangkasan dana untuk Persibo dan penundaan anggaran lampu stadion.
Persoalan lampu stadion dan pemangkasan anggaran dari Rp 4,5 miliar menjadi Rp 3 miliar itu memang menjadi pokok pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Suyuthi dan dihadiri Ali Huda serta Ketua Komisi C, Fauzan.
Untuk menjawab pertanyaan 10 perwakilan Boromania itu, Suyuthi minta Ali Huda menjelaskannya. Namun Ali Huda menyatakan tidak mau menjelaskan kepada Boromania. Dia juga enggan meminta maaf kepada Boromania lewat media massa.
"Saya secara pribadi dalam forum ini sudah minta maaf kepada Boromania. Tetapi saya tidak perlu menjawab soal pemangkasan anggaran karena itu diputuskan bersama, bukan putusan saya pribadi. Kalau urusan pribadi ya diselesaikan pribadi," ujarnya.
Menurut Ali Huda, keputusan memangkas anggaran untuk Persibo dan pengadaan lampu stadion itu adalah keputusan lembaga. Dalam Daftar Prioritas Anggaran dan Kebijakan Umum Anggaran, Plafon Perkiraan Anggaran Sementara, anggaran lampu stadion oleh Badan Anggaran diusulkan ditunda.
"Jadi lampu stadion tidak dibatalkan, hanya ditunda. Saat ini belum dibutuhkan. Pembangunan jalan butuh anggaran, apalagi dana perimbangan dan dana alokasi umum berkurang. Badan Anggaran sepakat lampu stadion ditunda pada perubahan APBD 2010," kata Huda.
Pernyataan Ali Huda itu memicu emosi Boromania. Sejumlah Boromania naik meja dan menantang duel Ali Huda. Polisi sibuk menenangkan. Setelah situasi tenang pembicaraan dilanjutkan.
Situasi kemudian tenang setelah diperoleh pernyataan bahwa aspirasi Boromania akan diakomodasi dalam pembahasan APBD 2010 yang akan selesai 30 Desember.
Imam dari Boromania mengungkapkan, lampu stadion menjadi skala prioritas, karena Persibo ditargetkan akan masuk Indonsia Superliga. "Kalau stadion tidak layak, tidak ada lampu, pertandingan harus mengungsi ke Madiun. Kalau ke sana supporter jual ayam jual kambing demi prestasi Persibo Bojonegoro. Maka lampu stadion harus dibenahi sekarang," ujarnya.

