Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Cedera Tak Lemahkan "Setan Merah"
tjatur | Rabu, 09 Desember 2009 | 00:33 WIB
|
Share:

WOLFSBURG, KOMPAS.com - Gelandang Manchester United (MU), Paul Scholes, mengatakan, setiap pemain MU adalah pesepak bola pilihan. Dengan begitu, siapa pun yang tampil, mereka memang layak berkostum "Setan Merah". Ia menegaskan, bagi MU, krisis bek bukanlah pembenaran atas hasil buruk.

Pernyataan itu disampaikan berkaitan dengan duel versus Wolfsburg dalam lanjutan penyisihan grup Liga Champions, Selasa (8/12). Meski sudah pasti lolos ke 16 besar, MU ingin mengakhiri fase grup sebagai juara Grup B. Itu berarti, mereka wajib menang atas Wolfsburg.

Namun, menjelang duel penting itu, MU malah dilanda badai cedera. Selain Patrice Evra, semua bek tim utama MU dipastikan absen untuk duel itu. Karenanya, pelatih Alex Ferguson, mau tidak mau harus menurunkan bek muda atau memaksakan sejumlah gelandang tim utama, misalnya Michael Carrick atau Darren Fletcher, untuk mengisi lini belakang.

Sebagai senior, Scholes memahami karakter "Setan Merah". Mereka tidak pernah menjadi kuat karena mengandalkan sejumlah pemain. Ia yakin, siapa pun yang dipilih Ferguson untuk tampil, MU mampu menang. Kalau pun kalah, mereka tak akan menggunakan alasan krisis bek untuk membela diri.

"Itu tak mengubah banyak hal. Kami selaly mencoba bermain dengan cara yang sama, tak peduli siapa yang berada dalam tim. Kadang-kadang, Anda harus mengisi posisi yang tidak biasa Anda mainkan. Ada 19 pemain dan aku yakin, kami mampu," ujarnya.

Saat ini, MU berada di puncak klasemen Grup B dengan sepuluh poin atau unggul tiga angka dari Wofsburg di tempat kedua. Mengingat pada pertemuan pertama di Old Trafford, MU hanya menang 2-1, mereka akan finis sebagai runner-up Grup B bila kalah 0-1 pada duel nanti.

Dengan satu laga tersisa, Wolfsburg sendiri dipastikan berusaha mati-matian berusaha menang atas MU. Pasalnya, mereka cuma unggul rekor pertemuan dari CSKA Moskva di tempat ketiga. Kekalahan dari MU bisa membuat Wolfsburg tersingkir. (SCN)