


PARIS, KOMPAS.com — Legenda sepak bola Perancis, Marcel Desailly, mengatakan, seandainya ia adalah Thierry Henry, ia tak akan minta maaf kepada Irlandia. Menurutnya, selain bagian permainan, tersingkirnya Irlandia merupakan kesalahan mereka sendiri karena tak mampu memproduksi gol yang bisa mengantar mereka ke Afrika Selatan.
Pernyataan itu mengacu kepada duel leg kedua babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, antara Perancis dan Irlandia, Rabu (18/11). Pada saat itu, ketika Perancis tertinggal 0-1, Henry terlihat mengontrol bola dengan tangan sebelum melepas assist kepada William Gallas. Laga ditutup dengan skor 1-1 dan Perancis lolos ke putaran final dengan keunggulan agregat 2-1.
Menurut Desailly, seandainya Irlandia bisa mencetak gol dan lolos, tentunya handsball Henry tak akan berpolemik. Selain itu, ada pihak lain yang lebih bertanggung jawab atas kesalahan itu, yaitu wasit.
"Saya tak akan meminta maaf seperti Henry. Ia adalah pemain yang merupakan panutan. Namun, ini adalah sepak bola. Ada peraturan, wasit, dan bagus bagi seorang panutan mengakui bahwa ia menggunakan tangan. Namun, saya tak akan minta maaf," ujarnya.
"Irlandia bermain di level tinggi saat melawan Perancis. Namun, tak perlu menjawab apakah Irlandia pantas (tersingkir atau tidak) karena Perancis telah lolos. Akhirnya, hanya kemenangan yang merupakan keindahan," tambahnya. (SCN)


