Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Tolak Usul Platini, FIFA Pertimbangkan Teknologi
tjatur | Kamis, 03 Desember 2009 | 00:45 WIB
|
Share:

CAPE TOWN, KOMPAS.com - FIFA menolak usulan menambah dua asisten wasit selama turnamen Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, seperti diusulkan Presiden UEFA, Michel Platini. Namun, khusus untuk Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, FIFA akan menggunakan teknologi. Bila bisa diaplikasikan secara global, mungkin akan ditetapkan sebagai peraturan baku untuk seluruh dunia.

Polemik soal perlunya peningkatan pengawasan pertandingan muncul menyusul insiden handsball Thierry Henry yang terjadi di leg kedua babak play-off kualifikasi Piala Dunia Afrika Selatan, Rabu (18/11). Saat itu, Henry melakukan dua kali handsball sebelum melepas assist kepada William Gallas.

Wasit, dua asisten, dan satu official, tak menangkap adanya dua handsball itu. Mereka mengesahkan gol itu dan Perancis pun menutup laga itu dengan skor 1-1, sehingga berhak lolos ke putaran final dengan keunggulan agregat 2-1 (1-0, 1-1).

Terlepas dari kontroversi soal kualitas sportivitas Henry, tokoh sepak bola dunia menilai, FIFA harus meningkatkan kualitas pengawasan pertandingan untuk meningkatkan kualitas dan kredibilitas pertandingan. Platini kemudian berinisiatif menyodorkan ide menambah dua asisten wasit untuk berdiri dan mengawasi laga di garis gawang. Konsep ini sedang diuji-coba di Liga Europa musim ini.

"Komite eksekutif sampai pada keputusan bahwa wasit tak lagi sesuai dengan kualitas dan kecepatan pertandingan dan ada ketertarikan untuk menggunkan televisi dan 32 kamera seperti yang akan kami gunakan di Piala Dunia.

Namun, Presiden FIFA, Sepp Blatter, menjelaskan, "Kami harus melihat teknologi atau tambahan orang dan ini akan dilakukan oleh sebuah komite, tapi bukan komite wasit. Ini akan dilakukan oleh komite sepak bola, teknik, dan medis," papar

"Eksperimen dengan Liga Eropa akan berlangsung hingga fase knock-out tahun depan. Namun, telah diputuskan bahwa untuk Piala Dunia 2010, tak ada perubahan dalam sistem perwasitan yaitu tetap menggunakan satu wasit, dua asisten, dan official keempat.

"Kami tak mengecilkan pengalaman, namun asisten tambahan hanya digunakan di satu liga profesional Eropa. Kebanyakan wasit itu tak akan terpilih untuk Piala Dunia.

"Di negara lain, pengalaman itu tidak dibuat jadi ini adalah opini, bukan cuma dari komite eksekutif, tetap komite lain juga, bahwa pengalaman harus dipahami secara global sebelum Anda memasukannya di Piala Dunia." (AP)