


JAKARTA, Kompas.com - Datang lebih awal ke Laos untuk mengikuti pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia Tenggara, ternyata tidak membuat rombongan Timnas Sepak Bola Indonesia nyaman. Saat ingin berlatih di lapangan yang sudah disepakati oleh Federasi Sepak Bola Laos, Timnas Indonesia harus menunggu tim tuan rumah, akibatnya para pemain Rabu (2/12) tidak bisa melakukan latihan seusai jadwal yang sudah disepakati sebelumnya. Para pemain serta ofisial Indonesia harus menunggu dua jam untuk latihan.
Asisten Manajer Timnas Indonesia Chandra Solehan mengatakan, para pemain sempat bersitegang dengan ofisial Laos. "Kami sempat bersitegang dengan mereka. Sekarang kami harus menunggu sampai mereka selesai latihan," ungkapnya dihubungi melalui saluran telepon internasional, Rabu (2/12).
Dijelaskannya, jadwal latihan tim Indonesia pada Rabu pagi sebenarnya sudah disepakati dengan Sekjen Federasi Sepak Bola Laos. Oleh karena itu, Chandra Solehan bersama sekretaris tim Reza dan para pemain dengan keyakinan penuh datang ke Stadion Chao Anouvong. Ternyata, ketika rombongan tim Indonesia tiba di Stadion, tim Laos sudah memulai latihan.
Rombongan tim sepak bola Indonesia merupakan anggota kontingen Indonesia yang tiba paling awal di Laos, Selasa siang. Disamping melaporkan masalah lapangan latihan, Chandra Solehan juga menyebutkan tentang minimnya variasi makanan halal yang didapat para pemainnya di Perkampungan Atlet.
Rombongan terdiri atas 22 orang pemain yang didampingi pelatih Alberto Bica dan tiga ofisial tim, termasuk Chandra Solehan. Manajer tim Andi Darussalam Tabussala baru akan bergabung pada 4 Desember.
Indonesia di SEA Games Laos ini berada dalam Grup B bersama Singapura, Laos, dan Myanmar. Timnas baru akan bermain pada 5 Desember mendatang menghadapi Singapura di Stadion Utama Kompleks Olahraga Nasional Laos. Pertandingan berikutnya adalah melawan Laos pada 7 Desember dan menghadapi Myanmar tiga hari kemudian. Kedua pertandingan itu digelar di Stadion Chao Anouvong.

