


BORDEAUX, KOMPAS.com - Presiden Bordeaux, Jean-Claude Triaud, menegaskan tidak akan menjual penyerang Marouane Chamakh, pada jendela transfer kedua, Januari mendatang. Mengingat kontrak Chamakh habis akhir musim ini, Arsenal bisa mendapatkannya dengan gratis.
Arsenal dan Chamakh sudah saling meminati sejak bursa transfer akhir musim lalu. Namun, keduanya gagal bersatu karena Bordeaux mematok harga terlalu tinggi dan Arsenal keberatan memenuhinya.
Merasa dihalang-halangi, Chamakh marah kepada Bordeaux. Sebagai bentuk kekecewaan, ia menolak perpanjangan kontrak. Dengan begitu, ia bisa pindah klub dengan status bebas transfer.
Menjelang jendela transfer kedua, media Inggris kembali menyebut Arsenal bakal memperbarui penawaran untuk Chamakh. Mereka membutuhkan Chamakh untuk menggantikan peran Robin van Persie yang absen lima bulan karena cedera. Menanggapi itu, Triaude hanya menggelengkan kepala. Menurutnya, Chamakh akan bertahan untuk memperkuat tim di Ligue 1 dan Liga Champions.
"Saya tak mendengar apa-apa mengenai itu. Sejauh saya tahu, itu tak masalah. Marouane adalah pemain kunci dan kami memiliki tantangan penting di Ligue 1 dan Liga Champions. Kami tidak akan menentang keinginan manajer kami, Laurent Blanc (mempertahankan Chamakh)," paparnya.
Sementara itu, pelatih Arsenal, Arsene Wenger juga membantah adanya rencana pembelian Chamakh bulan Januari mendatang. Menurutnya, tanpa Van Persie, skuad Arsenal saat ini, masih mampu bersaing meraih trofi.
"Saya cenderung mengatakan tak akan bergerak mendekati Chamakh karena kami memiliki kualitas cukup dan ingin memberikan kesempatan kepada Carlos Vela. Ini adalah periode observasi yang bagus untuk melihat seberapa baik kami berusaha tanpa Van Persie," ungkapnya. (DM)

