Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Milito Kokohkan Inter di Puncak
tjatur | Minggu, 29 November 2009 | 22:48 WIB
|
Share:
AFP/GIUSEPPE CACACE
Penyerang Diego Milito (kanan).

MILAN, KOMPAS.com - Diego Milito mencetak gol tunggal penentu kemenangan Inter Milan 1-0 atas Fiorentina dalam lanjutan Serie-A, di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (29/11). Dengan hasil tersebut, Inter semakin kokoh di puncak klasemen dengan 35 poin atau unggul tujuh poin dari Juventus di tempat kedua.

Tampil di depan publik sendiri, Inter tampil galak sejak kick-off. Dalam lima menit pertama saja,mereka mampu menciptakan tiga tembakan tepat ke gawang melalui Ricardo Quaresma, Esteban Cambiasso, dan Javier Zanetti. Namun, tak satu pun eksekusi itu bisa melumpuhkan Sebastian Frey.

Fiorentina sendiri baru bisa melepaskan diri dari tekanan tuan rumah pada menit ke-15. Tanpa buang waktu, pada kesempatan pertama menyerang, Fiorentina memberi ancaman melalui Juan Vargas. Sayang, upaya ini tak cukup sakti untuk mengecoh Julio Cesar.

Menit-menit selanjutnya, pertandingan tetap berjalan ketat dan terbuka. Seiring berjalannya waktu, sementara Inter masih melanjutkan dominasi, Fiorentina semakin mampu mencuri peluang. permainan Inter. Namun, hingga turun minum, tak satu pun berhasil mencetak gol.

Memasuki babak kedua, pertandingan langsung berjalan panas dan ketat. Berbeda dari sebelumnya, kali ini kedua kubu bergantian membuat ancaman. Pada menit ke-53, misalnya, Fiorentina membuat peluang gol melalui Riccardo Montolivo. Sayang, upaya itu masih bisa diamankan Cesar.

Tiga menit berselang, giliran Inter menciptakan ancaman melalui Diego Milito. Memanfaatkan umpan Quaresma, Milito melepaskan tembakan ke sudut kanan gawang. Lagi-lagi, tembakan itu masih terlalu mudah bagi Frey.

Memasuki menit ke-65, demi mengurangi risiko kebobolan dari permainan terbuka, Inter memperbaiki penguasaan bola. Selain mampi mendikte permainan, mereka juga masih bisa menciptakan peluang gol. Bergantian, Milito, Lucio, dan Muntari mendapatkan ruang tembak di tengah kotak penalti Fiorentina. Namun, eksekusi yang kurang tenang, membuat peluang terbuang sia-sia.

Sementara itu, meski tertekan, Fiorentina tetap jeli melihat peluang. Di menit ke-80, misalnya, Alberto Gilardino berhasil melepaskan diri dari kawalan dua bek Inter dan hanya perlu mengatasi Cesar untuk membawa timnya unggul. Sial, tembakan kaki kirinya dari tengah kotak penalti, membentur tiang kiri gawang Inter.

Di tengah kebuntuan itu, Inter mendapat hadiah penalti, menyusul pelanggaran Gianluca Comotto kepada Diego Milito. Milito yang dipercaya melakukan eksekusi menunaikan tugas dengan baik. Tembakannya ke tengah gawang tak terbendung karena Frey sudah telanjur menjatuhkan diri ke sisi kanan gawang.

Tertinggal tak membuat Fiorentina patah semangat. Mereka malah semakin merenggangkan pertahanan untuk menambah daya tempur. Namun, bukannya mencetak gol, mereka malah nyaris kebobolan serangan balik Inter di menit ke-87.

Saat itu, setelah menguasai bola sendirian, Eto'o berhadapan satu lawan satu dengan Frey. Sayang, setelah gocek sana gocek sini, eksekusinya masih bisa ditepis Frey dan bola pun keluar lapangan.

Seakan tak peduli, Fiorentina kembali melancarkan serangan besar-besaran langsung ke jantung pertahanan Inter.  Namun, belum lagi menciptakan ancaman, wasit keburu meniup peluit panjang.

Susunan pemain:
Inter:
Julio Cesar; Chivu, Samuel, Lucio, Zanetti; Muntari (Motta 73), Cambiasso, Stankovic; Milito (Vieira 87), Eto'o, Quaresma (Mancini 72)
Fiorentina: Frey; Gobbi, Kroldrup, Dainelli (De Silvestri 76), Comotto; C Zanetti, Montolivo; Vargas, Santana (Castillo 86), Marchionni; Gilardino