


MILAN, KOMPAS.com — Presiden Inter Milan Massimo Morratti meminta timnya untuk menghentikan laga seandainya Juventini (pendukung Juventus) kembali berperilaku rasis saat bertandang ke Stadion Olimpico Grande dalam duel lanjutan Serie A, 5 Desember mendatang.
Duel ini memang laga yang sangat rawan bagi Inter, khususnya Mario Balotelli. Pasalnya, Balotelli menjadi korban pelecehan ras yang dilakukan Juventini saat Juventus menghadapi Udinese dalam lanjutan Serie A pada akhir pekan lalu. Saat itu, Juventini menyerukan, "Bila kamu melompat, Balotelli (maaf) mati."
Kapten Inter, Javier Zanetti, angkat bicara mengenai kejadian ini. Zanetti mengancam, ia tidak segan untuk meminta wasit menghentikan pertandingan bila Balotelli kembali jadi sasaran tindakan rasis Juventini.
Moratti sependapat dengan Zanetti. Moratti menilai tindakan rasis tersebut sangat tercela. Dia meminta Juve memberikan jaminan agar kejadian tersebut tidak terjadi pada laga nanti. Moratti juga meminta timnya untuk mundur bila kejadian itu kembali terulang.
"Para direktur Juventus telah membuat pernyataan yang dapat diterima untuk mengutuk perilaku mereka (Juventini). Saya akan menyukai jika mereka memberikan jaminan kenyamanan bagi pemain," ujarnya.
"(Nyanyian Juventini) itu sangat rasis. Jika mereka mengulanginya, maka tim akan mundur? Ya, saya pikir kapten akan melakukan hal itu," imbuhnya. (ICDS)


