


FLORENCE, KOMPAS.com - Gelandang Juan Vargas mencetak gol yang menentukan kemenangan 1-0 atas Olympique Lyonnais dalam duel lanjutan babak penyisihan grup Liga Champions, di Stadion Artemiop Franchi, Selasa (24/11). Dengan hasil tersebut, Fiorentina dan Lyon sama-sama memastikan diri lolos ke fase knock out.
Sebelum pertandingan, Lyon berada di puncak klasemen dengan sepuluh poin. Mereka unggul satu angka dari Fiorentina di tempat kedua dan enam angka dari Liverpool di tempat keempat. Mengingat fase grup hanya menyisakan dua laga dan mereka unggul rekor pertemuan dengan Liverpool, hasil apa pun yang didapat dari Fiorentina akan memastikan mereka lolos, meski hanya sebagai runner-up grup.
Keadaan Fiorentina tak jauh berbeda dari Lyon. Bertengger di posisi kedua dengan koleksi sembilan poin, kemenangan atas Lyon akan memastikan kelolosan mereka fase berikut sekaligus menutup peluang Liverpool.
Karenanya, menghadapi Lyon sebagai tuan rumah, Fiorentina tampil garang sejak menit awal. Sayang, meski mendominasi, Fiorentina kehabisan akal menembus benteng Lyon. Hasilnya, permainan umpan silang Fiorentina terkesan sia-sia.
Meski tampak kokoh, pemain Lyon ternyata tak mampu juga menjaga fokus meredam derasnya aliran serangan Fiorentina. Akibatnya, di menit ke-28, wasit menghadiahkan penalti kepada Fiorentina, menyusul pelanggaran Aly Cissokho kepada Marca Marchionni.
Juan Vargas yang dipercaya melakukan eksekusi berhasil mengecoh Hugo Lloris dan membawa Fiorentina unggul 1-0.
Mampu unggul, Fiorentina semakin giat menggempur benteng Lyon. Sayang, usaha mereka belum mampu merobohkan dinding betis Lyon hingga peluit turun minum berbunyi. Mereka pun harus puas mengakhiri dominasi mereka dengan satu gol, dari titik penalti.
Merasa kemenangan 1-0 belum menjamin tiket lolos, Fiorentina menggenjot serangan di awal babak kedua untuk mengincar gol cepat. Namun, Lyon bukanlah tim gurem. Dengan sigap, mereka mampu mengatasi ancaman Liverpool. Bahkan, memasuki babak kedua, Lyon mampu mendominasi laga dan menciptakan sejumlah peluang emas.
Pada menit ke-76, misalnya, Lyon nyaris menyamakan kedudukan melalui Bafetimbi Gomis. Sayang, tandukannya dari tengah kotak penalti masih bisa diamankan Sebastian Frey.
Tiga menit berselang, giliran Miralem Pjanic yang berpeluang menyamakan gol. Lagi-lagi, tendangan jarak jauhnya masih belum cukup ampuh untuk menegcoh Frey.
menghadapi tekanan Lyon, Fiorentina mulai meredakan ambisi menambah gol. Perlahan, mereka merapatkan barisan belakang dan meningkatkan penguasaan bola di lini tengah. Hasilnya, meski gagal menambah gol, mereka mampu mencegah Lyon membuat gol. Skor 1-0 pun bertahan hingga akhir laga.
Susunan pemain:
Fiorentina: Frey; Gobbi, Kroldrup, Dainelli, De Silvestri (Comotto 86); Vargas, Montolivo, Zanetti (Jorgensen 81), Marchionni; Santana (Donadel 71); Gilardino
Lyon: Lloris; Cissokho, Boumsong, Cris, Gassama; Kallstrom, Makoun, Pjanic; Gomis (Campos Ederson 79), Bastos (López 67), Govou (Delgado 74)

