Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Dokter Van Persie Diusik Pemerintah Serbia
Selasa, 24 November 2009 | 02:39 WIB
|
Share:
AFP/ALBERTO PIZZOLI
Penyerang Belanda dan Arsenal, Robin van Persie.

TERKAIT

BELGRADE, KOMPAS.com - Tabib, Marijana Kovacevic, yang mengobati cedera penyerang Arsenal, Robin van Persie, dengan metode pijat menggunakan krim plasenta (menurut ahli medis, plasenta ini diambil dari hewan besar, misalnya kuda) akan ditindak pemerintah Serbia. Selain karena metode penyembuhannya belum mendapat izin resmi, pemerintah juga berniat menerapkan pajak atas praktik Marijana.

Marijana menjadi perhatian dunia setelah sejumlah pesepak bola top berobat kepadanya. Selain Van Persie, sejumlah pemain Liverpool, yaitu Yossi Benayoun dan Albert  Riera, juga sudah merasakan ampuhnya ramuan pijat Marijana. Belakangan, Glen Johnson dan gelandang Chelsea, Frank Lampard, juga mengikuti jejak Van Persie.

Pemerintah Serbia heran melihat pesepak bola top nan kaya raya itu mau terbang jauh-jauh ke wilayah Balkan untuk pengobatan tradisional yang tidak jelas resepnya. Mereka pun mulai mengusik ketenangan hidup Marijana, yang bersuamikan penguasah rumah judi di Serbia itu.

Menurut The Sun, pekan lalu, penilik kesehatan Serbia mencoba mengorek keterangan Marijana mengenai metode pengobatan ajaibnya itu. Namun, ia menolak memberikan keterangan.

Selain itu, pemerintah juga mengirim petugas pajak ke tempat praktiknya. Mereka ingin Marijana mendaftarkan usahanya secara resmi dan tentu saja, supaya bisa dipungut pajak.  

Untuk menghindari gangguan, kini Marijana menggembok pintu gerbang rumah praktiknya. Ia juga sangat berhati-hati dalam menerima panggilan telepon, khawatir kalau-kalu itu dari pemerintah. (SUN)