Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
FIFA Siap Skorsing Henry di Piala Dunia
Senin, 23 November 2009 | 05:35 WIB
|
Share:
AFP/Frank Fife
Thierry Henry (kiri) sengaja mengontrol bola dengan tangan sebelum membuat assist kepada William Gallas.

TERKAIT

ZURICH, KOMPAS.com — FIFA akan menyelidiki kasus handsball penyerang Perancis, Thierry Henry. Bila terbukti melakukan handsball dengan sengaja, Henry akan dijatuhi sanksi skorsing. Henry pun terancam absen di sejumlah laga awal putaran final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Kasus handsball Henry terjadi saat Perancis menjamu Irlandia di leg kedua babak play off kualifikasi Piala Dunia 2010, Rabu (18/11). Dalam sebuah momen, ketika Perancis tertinggal 0-1, Henry melakukan handsball sebelum melepaskan assist kepada William Gallas.

Pertandingan itu berakhir 1-1. Karena menang 1-0 di leg pertama, Perancis berhak lolos ke putaran final dengan keunggulan agregat 2-1. Hal ini mengundang polemik. Sejumlah tokoh dunia mendesak FIFA untuk menggelar tayang ulang demi menjaga citra sportivitas dan fair play.

FIFA menyatakan, tak mungkin melakukan tanding ulang karena menurut peraturan, apa pun hasilnya, pertandingan selesai dan dianggap tuntas dan sah setelah wasit membunyikan peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Namun, mengingat luas dan fatalnya insiden tersebut, FIFA mencoba mengambil jalan tengah, yaitu skorsing, spesifik kepada pelaku handsball. Sebelum memutuskan itu, FIFA akan melakukan penyelidikan selama dua pekan mendatang.

"Komisi disiplin adalah organ (FIFA) yang independen. (Badan ini) akan menyimpulkan kasus tersebut. Kemungkinannya pemberian sanksi kepada seorang pemain yang dituduh berlaku tidak sportif akan didasarkan kepada bukti video," ungkap juru bicara tersebut.

Sementara itu, FIFA sendiri tampaknya tidak akan memberi sanksi kepada wasit yang memimpin duel leg kedua Perancis-Irlandia, Martin Hansson. Ini terlihat dari tidak berubahnya daftar wasit yang akan memimpin laga putaran final Piala Dunia, di mana terdapat nama Hansson.

Selama ini, FIFA memang tidak pernah menggelar tanding ulang. Mereka lebih memilih memberikan sanksi secara spesifik kepada pelaku pelanggaran, sekalipun hasilnya menimbulkan dampak sangat luas.

Pada Piala Dunia 1994 Amerika Serikat, misalnya, FIFA menjatuhkan skorsing delapan pertandingan kepada pemain Italia (saat itu) Mauro Tassotti karena menyikut pemain Spanyol, Luis Enrique, di babak perempat final.

Setelah itu, pada Piala Dunia 2006 Jerman, FIFA menjatuhkan sanksi skorsing dua pertandingan dan denda 5.000 euro karena menanduk pemain Perancis (saat itu), Zinedine Zidane. (TEL)