

LONDON, KOMPAS.com — Penyerang Jermaine Defoe mencetak lima gol yang mengantar Tottenham Hotspur menang 9-1 atas Wigan Athletic dalam lanjutan Premier League, Minggu (22/11). Itu adalah rekor gol terbanyak yang diciptakan individu ataupun tim dalam satu pertandingan selama Premier League musim ini.
Sebelumnya, rekor kemenangan terbesar musim ini dipegang oleh Liverpool dan Arsenal. Masing-masing sempat membukukan kemenangan 6-1. Untuk rekor gol tertinggi individu dalm satu pertandingan dipegang oleh Fernando Torres ketika mencetak hattrick saat mengantar Liverpool menang 6-1 atas Hull City, 26 September silam.
Mengingat Liverpool dan Arsenal meraih kemenangan itu setelah mencetak lebih dari dua gol di babak pertama, maka rekor Tottenham bolah dikatakan diraih dengan cara kurang meyakinkan.
Bagaimana tidak, di babak pertama saja, terlepas bahwa mereka mampu unggul 1-0 melalui Peter Crouch di babak pertama, "Spurs" kesulitan mengembangkan permainan dan menciptakan peluang. Mereka bahkan terdikte oleh Wigan. Untung saja, gawang mereka tak sampai kebobolan.
Setelah menutup babak pertama dengan skor 1-0, performa "Spurs" di babak kedua juga tak menunjukkan peningkatan signifikan. "Spurs" bertahan dengan permainan ofensif mengandalkan umpan pendek dan terobosan. Namun, dengan penambahan tempo, mereka mampu menyarangkan lima gol berbalas satu di babak kedua.
Aksi "pembantaian" dimulai oleh Defoe di menit ke-51. Memanfaatkan umpan Aaron Lennon, ia melesakkan bola ke sudut kiri atas gawang Wigan.
Tiga menit berselang, Defoe mencetak gol keduanya sekaligus membawa "Spurs" unggul 3-0. Kali ini ia mengoyak jaring Wigan seusai meneruskan umpan Wilson Palacios.
Pesta "Spurs" sempat terhenti begitu Wigan berhasil menyarangkan satu gol balasan melalui Paul Scharner di menit ke-57. Memanfaatkan umpan Hugo Rodalllega, ia mengirim bola masuk ke tengah atas gawang "Spurs".
Namun, gol itu tak mengurangi semangat "Spurs". Segera saja, semenit setelah gol balasan itu, Tottenham melanjutkan pesta mereka menyusul gol ketiga Defoe di menit ke-58. Setelah menguasai umpan Lennon, Defoe mengirim bola ke sudut kiri bawah gawang Wigan.
Tak mau sekadar menjadi mesin assist, Lennon ikut menyumbang gol di menit ke-64. Memanfaatkan umpan Crouch, ia mengirim bola masuk ke sudut kanan bawah gawang Wigan.
Lima menit berselang, gawang Wigan kembali digetarkan gol keenam "Spurs" yang kali ini kembali dicetak Defoe. Gol keempat Defo ini diciptakan seusai menerima kiriman bola dari Vedran Corluka.
Namun, Defoe belum mau berhenti menunjukkan ketajamannya. Di menit ke-87, ia kembali menyarangkan bola ke gawang Wigan. Menguasai bola di luar kotak penalti, Defoe memutuskan mengeksekusi bola yang kemudian melesat masuk melalui sisi antara kiper dan tiang kiri gawang Wigan.
Gol itu memang mengakhiri aksi Defoe. Namun, Tottenham belum berhenti berproduksi. Semenit setelah gol kelima Defoe, David Bentley mencetak gol kedelapan bagi Tottenham. Dipercaya mengeksekusi tendangan bebas dari, Bentley mengirim bola masuk ke sudut kiri atas gawang Wigan.
Pesta gol "Spurs" dan penderitaan Wigan akhirnya dituntaskan dengan sebuah gol penutup dari kaki Niko Kranjcar di menit ke-90. Memanfaatkan umpan Bentley, Kranjcar melesakkan bola ke sudut kiri atas gawang Wigan.
Sebetulnya, setelah itu Tottenham masih berhasrat menambah gol. Sayang, usaha itu gagal terwujud karena wasit keburu meniup peluit panjang.
Dengan hasil tersebut, Tottenham berhak naik ke posisi keempat klasemen dengan 25 poin atau kalah delapan angka dari Chelsea di puncak klasemen. Sementara itu, Wigan sendiri tercecer di peringkat ke-15 dengan 14 poin.
Susunan pemain:
Tottenham: Gomes; Assou-Ekotto (Bassong 82), Woodgate, Dawson, Corluka; Kranjcar, Palacios (Jenas 84), Huddlestone, Lennon (Bentley 79); Crouch, Defoe
Wigan: Kirkland; Edman, Boyce, Bramble, Melchiot (Won-hee Cho 86); Thomas (Gomez 68), Scharner, Rodallega, N'Zogbia; Scotland

