Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Wenger: Henry Pecundang Besar
Sabtu, 21 November 2009 | 02:02 WIB
|
Share:

LONDON, KOMPAS.com - Pelatih Arsenal, Arsene Wenger menilai mantan pemainnya, Thierry Henry, menjadi pecundang terbesar dalam kontroversi partai Perancis lawan Irlandia.

Henry memang menjadi sumber kontroversi pertandingan itu. Dia sengaja melakukan handsball, sebelum memberi umpan kepada William Gallas. Dan, Gallas akhirnya mencetak gol yang menentukan Perancis menang agregat 2-1 atas Irlandia, sekaligus lolos ke putaran final Piala Dunia. Irlandia menuntut dilakukan pertandingan ulang, karena terbukti Henry sengaja melakukan handsball, tapi ditolak FIFA.

"Posisi Henry amat sulit. Jika saat itu dia langsung mengaku kepada wasit bahwa dia telah melakukan handsball dan gol Gallas dianulir, maka dia akan dibenci seluruh Perancis. Sebab, dia dianggap menggagalkan negerinya ke Piala Dunia. Karena dia mengaku sengaja handsball usai pertandingan, maka dia dikecam seluruh dunia sebagai penipu. Dia akhirnya menjadi pecundang besar," kata Wenger.

Wenger yang juga orang Perancis, mengaku ikut prihatin dengan cara negerinya lolos ke Piala Dunia 2010. Tapi, itulah sepak bola dan Henry menjadi tokoh dalam kontroversi itu. "Jika Henry saat  langsung mengaku handsball, maka separo Perancis akan menganggapnya gila. Jika tak mengaku langsung, maka dia divonis melakukan kesalahan besar," terang Wenger.

Henry memang akhirnya mengakui sengaja mengontrol bola dengan tangan. Tapi, dia membuat pengakuan itu jauh setelah pertandingan.

"Yang memprihatinkan adalah, wasit tetap mensahkan gol itu, meski sebelumnya ada kejadian aneh. Dari reaksi para pemain Irlandia, seharusnya wasit tahu ada sesuatu yang tak wajar. Dia bisa bertanya kepada hakim garis dulu sebelum membuat keputusan," kritik Wenger yang menyaksikan langsung pertandingan itu.

"Isunya sekarang, bagaimana sepak bola bisa memastikan masalah-masalah seperti ini tak akan terjadi lagi. Jawaban terbaik sepertinya teknologi. Yang memperihatinkan, kita sudah berada di tahun 2009. Sebanyak dua miliar menyaksikan apa yang terjadi pada pertandingan Perancis dan Irlandia itu, tapi ada satu orang (wasit, Red) yang tak melihatnya. Dan, kita tak bisa membantunya," tambahnya. (AP)