

PARIS, KOMPAS.com - Persatuan guru olahraga di Perancis justru ikut mengecam "Tangan Tuhan" Thierry Henry yang membidani gol William Gallas, sekaligus membawa Perancis ke putaran final Piala Dunia 2010. Mereka justru mendukung Irlandia agar pertandingan play-off kedua negara diulang demi fair play. Menurut mereka, Henry memberi contoh yang buruk kepada anak-anak sekolah.
Thierry Henry mengaku sengaja mengontrol bola sebelum memberi assist kepada William Gallas yang mencetak gol penentu kemenangan Perancis atas Irlandia. Gol itu membawa Perancis ke Afrika Selatan (Afsel).
Federasi sepak bola Irlandia (FAI) didukung Menteri Kehakiman Irlandia, menuntut diadakan pertandingan ulang demi keadilan. Namun, FIFA menolaknya karena keputusan wasit tak bisa diganggu gugat.
Kini, persatuan guru olahraga di Perancis mendukung keinginan Irlandia. Sebab, tindakan Henry dianggap contoh yang buruk buat murid-murid olahraga. Menurut mereka, dalam filosofi modern di semua bidang, keputusan akhir tetap harus dilakukan dengan adil.
"Saya benar-benar percaya bahwa integritas pertandingan sedang dipertanyakan setelah pertandingan Perancis lawan Irlandia. Otoritas sepak bola dunia harus bertindak dan menanggapi tuntutan kami. Setiap kali pergi ke kongres FIFA, saya selalu mendengar anjuran untuk fair play dan integritas. Ini bukan pertandingan liga, tapi pertandingan yang menentukan dan disaksikan seluruh dunia," kata Ketua Eksekutif FAI, John Delaney.
Pengulangan pertandingan karena gol yang tak fair pernah terjadi antara Arsenal lawan Sheffield United di Piala FA. Saat itu, pemain Sheffiled membuang bola karena ada yang cedera. Arsenal pun mendapat lemparan ke dalam. Harusnya, bola diberikan kepada pemain Sheffield sebagai bentuk fair play. Namun, bola justru dibawa Nwankwo Kanu, sementara pemain Sheffield menunggu diberi bola. Herannya, Kanu malah menendang bola agar terjadi gol dan sukses. Akhirnya diputuskan, pertandingan itu diulang.
"Ini saatnya teknologi ikut berbicara. Hanya butuh 15 detik untuk mengulang dan mengetahui apa yang terjadi," kata manajer Sheffield United saat itu, Steve Bruce. (AP)


