


PARIS, KOMPAS.com — Perancis akhirnya memang lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan (Afsel). Kepastian itu terjadi setelah mereka menang 2-1 atas Irlandia lewat perpanjangan waktu.
Namun, sukses Perancis itu diwarnai kontroversi besar. Sebab, gol penentu kemenangan Perancis yang dicetak William Gallas diawali aksi "Tangan Tuhan" Thierry Henry.
Pada pertandingan itu, Irlandia menang 1-0 selama 90 menit. Karena di leg pertama Perancis menang 1-0, maka agregat sama dan harus dilakukan perpanjangan waktu.
Nah, di masa perpanjangan waktu ini ketegangan semakin memuncak. Pada menit ke-103, Thierry Henry memburu umpan rekannya ke dekat gawang Irlandia. Terkesan sangat sengaja, Henry mengontrol bola dengan tangannya, sebelum membuat assist kepada Gallas. Umpan silangnya disantap Gallas dengan kepala dan gol.
Pelatih Irlandia Giovanni Trapattoni langsung protes. Begitu juga para pemain Irlandia karena merasa Henry jelas-jelas handsball terlebih dulu. Namun, wasit Martin Hansson dari Swedia tetap mengesahkan gol tersebut. Alhasil, Perancis jadi unggul 2-1.
Gol kontroversial Gallas itu pula yang akhirnya membawa Perancis ke putaran final di Piala Dunia 2010. Ini salah satu skandal sepak bola. Dalam rekaman video terlihat jelas, Henry terkesan sengaja mengontrol bola dengan tangannya, kemudian membuat umpan kepada William Gallas.
Kasusnya hampir sama dengan gol "Tangan Tuhan" Maradona saat Argentina melawan Inggris di Piala Dunia 1986. Saat itu Maradona menyundul bola dengan tangannya dan menaklukkan kiper Peter Shilton. Namun, wasit tak melihat dan gol tetap disahkan. Dalam rekaman video, terlihat jelas Maradona menyundul bola dengan tangannya, bukan kepalanya. Hal itu membuat Argentina melaju dan akhirnya tampil sebagai juara. (*)


