


DUBLIN, KOMPAS.com — Penghinaan pemain yang mirip kasus Zinedine Zidane dan Marco Materazzi terulang di babak play-off Piala Dunia 2010 antara Perancis lawan Irlandia di Dublin, Sabtu atau Minggu (15/11) dini hari WIB. Kali ini juga diwarnai percekcokan.
Pada pertandingan itu, Perancis akhirnya menang 1-0. Setelah wasit meniup peluit tanda akhir pertandingan, para pemain saling bersalaman. Pemain Irlandia, Keith Andrews, bersalaman dengan pemain Perancis, Lassana Diarra.
Namun, seusai salaman, tiba-tiba Diarra balik mendatangi Andrews dan mereka pun terlibat perkelahian. Kapten kedua tim dan ofisial pertandingan pun terpaksa ikut campur tangan untuk melerai mereka.
Belum diketahui apa yang dikatakan Andrews seusai bersalaman dengan Diarra. Banyak yang menduga, dia mengeluarkan kata-kata hinaan rasisme kepada Diarra yang berkulit hitam.
Pelatih Irlandia Giovanni Trapattoni enggan mengomentari masalah itu. Dia juga mengaku tak tahu apa yang terjadi sebenarnya.
"Saya tak bisa mengatakan apa pun tentang hal itu. Insiden itu amat buruk karena dilakukan pemain terkenal. Saya sangat terkejut," aku Trapattoni.
Kasus ini hampir mirip seperti insiden Zinedine Zidane kontra Marco Materazzi (Matrix) di final Piala Dunia 2006. Saat itu, Materazzi menghina kapten Perancis itu. Zidane langsung berbalik dan menanduk dada defender Italia tersebut hingga terjatuh. (AP)

