


DOHA, KOMPAS.com — Gelandang tim nasional Brasil, Ricardo Kaka, mengatakan, kejayaan masa lalu Brasil sudah berakhir di Piala Dunia 2006 Jerman. Brasil akan merintis sukses baru di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dengan wajah yang juga baru.
Brasil adalah tim tersukses di Piala Dunia. Selain mengantongi gelar juara terbanyak (lima kali), mereka juga menjadi satu-satunya tim yang selalu lolos ke putaran final. Namun, sejarah panjang kesuksesan itu bukannya tanpa aib.
Salah satu aib terbesar Brasil adalah ketika mereka disingkirkan Perancis di perempat final Piala Dunia 2006. Kekalahan itu membuat Perancis mengantongi rekor pertemuan lebih baik, yaitu dua kemenangan, satu hasil imbang, dan sepasang kekalahan di Piala Dunia.
Hasil itu membuat Brasil mendapat kritik keras dari media dan sejumlah tokoh sepak bola Brasil. Hal ini akhirnya berujung pada pergantian pelatih dari Carlos Alberto Parreira ke Carlos Dunga.
Di tangan Dunga, Brasil berubah. Mereka tak lagi mengandalkan bintang-bintang lama atau pemain top. Dunga memilih pemain berdasar kualitas permainan, dan bukan nama besar. Dicoretnya Ronaldinho dari skuad Brasil ketika ia mengalami penurunan performa merupakan salah satu contohnya.
Hal itu sempat menuai kritik. Namun, Dunga jalan terus. Hasilnya, tanpa banyak mengandalkan pemain bintang, Brasil lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan sebagai juara kualifikasi zona Amerika Selatan.
Kaka senang dengan perubahan skuad tersebut. Dengan mendasarkan pemanggilan pemain kepada kualitas dan konsistensi, semua pemain Brasil merasa berpeluang membela tim nasional. Mereka pun berkompetisi meningkatkan kemampuan untuk dipanggil Dunga dan ini bagus untuk Brasil.
"Kami memiliki siklus baru dan ini membuat kami membutuhkan waktu untuk menyatu. Ada banyak orang baru di tim dan motivasi sangat berbeda dibanding empat tahun lalu," ujar Kaka.
"Orang harus mengerti bahwa generasi datang dan pergi. Seluruh era berakhir tahun 2006, namun aku tidak berpikir, rekan-rekan tidak menyadari apa yang salah di Jerman. Namun, aku setuju bahwa banyak pemain di skuad ini memiliki alasan lebih besar untuk menjadi lapar akan kesuksesan Piala Dunia," tandasnya.
Sebagai langkah awal, Brasil akan menggelar pertandingan persahabatan dengan Inggris di Doha, Sabtu (14/11). Mengingat performa bagus Inggris selama babak kualifikasi Piala Dunia 2010, hasil laga tersebut akan menjadi acuan Brasil untuk mengevaluasi diri sebelum menghadapi putaran final tahun depan. (SKY)


