


LONDON, KOMPAS.com - Robin Van Persie, menyadari bahwa dirinya tidak layak disamakan dengan penyerang haus gol seperti penyerang Liverpool, Fernando Torres, dan penyerang Chelsea, Didier Drogba. Meskipun demikian, Van Persie mengakui, dirinya adalah kombinasi dari kedua penyerang garang tersebut.
Sebenarnya, Van Persie adalah seorang penyerang lubang. Namun, Arsene Wenger memplotnya sebagai penyerang utama sejak hengkangnya Thierry Henry, pensiunnya Dennis Bergkamp, dan terakhir perginya Emmanuel Adebayor. Kesempatan emas tersebut langsung dibayarnya dengan penampilannya yang gemilang.
Dengan posisi barunya itu, Van Persie membuktikan diri sebagai penyerang haus gol yang mematikan di bibir gawang, namun juga cerdas membaca permainan. Itu telah dibuktikan dengan torehan tujuh gol dan tujuh assist dari sebelas pertandingan yang dilakoninya.
Berkat penampilannya tersebut, pujian pun meluncur deras kepada Van Persie. Bahkan, Wenger mengakui bahwa Van Persie memiliki kehebatan seperti Thierry Henry dan Dennis Bergkamp. Selain itu, publik Emirates pun yakin Van Persie memiliki ketajaman seperti Fernando Torres dan Didier Drogba. Saat ini, Torres berada tercatat sebagai pencetak gol terbanyak dengan mengoleksi sepuluh gol. Sementara itu, Drogba mencetak sembilan gol.
"Aku tidak lihat diriku sebagai penyerang murni. Penyerang seperti Fernando Torres dan Didier Drogba, mereka adalah pembunuh. Aku merasa bermain di antara penyerang murni dan penyerang pendukung. Aku kombinasi dari mereka," ucapnya. (DM)


