Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kaka: Inggris Ganjalan Terberat Brasil
Jumat, 13 November 2009 | 01:41 WIB
|
Share:
AFP/ JAVIER SORIANO
Gelandang Real Madrid, Ricardo Kaka.

DOHA, KOMPAS.com — Gelandang tim nasional Brasil, Ricardo Kaka, menilai Inggris selalu memiliki materi pemain berkelas dunia. Semua itu semakin baik semenjak Inggris ditangani pelatih Fabio Capello. Menurutnya, Inggris akan menjadi kekuatan yang akan mengancam ambisi Brasil menjuarai Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Pernyataan Kaka mengacu pada performa Inggris selama babak kualifikasi Piala Dunia 2010. Dalam sepuluh laga kualifikasi, Inggris meraih sembilan kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan, yaitu 0-1 dari Ukraina, 10 Oktober silam.

Catatan itu jelas lebih baik dari pencapaian Brasil. Dalam 18 laga kualifikasi, mereka meraih sembilan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan dua kali kalah.

Kaka tidak menampik fakta bahwa sekalipun kurang konsisten di babak kualifikasi, Brasil masih difavoritkan menjuarai Piala Dunia 2010. Namun, melihat peningkatan Inggris, ia mengingatkan rekan-rekannya untuk terus meningkatkan diri.

Kaka pun meminta rekan-rekannya untuk tampil serius saat menghadapi Inggris dalam laga persahabatan, di Doha, Qatar, Sabtu (14/11). Meski tidak memperebutkan gelar apa-apa, laga dianggap seperti simulasi putaran final yang akan menjadi barometer peta persaingan putaran final Piala Dunia tahun depan.

"Mereka terlihat lebih tajam secara kolektif, seperti tim-tim yang sebelumnya (ditangani Capello). Meski pertandingan di Doha tidak memberikan poin, ini bisa menghasilkan kepercayaan diri besar ketika Anda mengalahkan musuh juga memberikan indikasi untuk menang (di putaran final) tahun depan," ujarnya.

"Inggris selalu memiliki pasukan yang secara individu kuat. Namun, apa yang terlihat berubah adalah munculnya kesadaran kolektif yang lebih baik. Para pemain terlihat menyadari pergerakan dan penempatan posisi. Sikap (mental) juga lebih kuat. Mereka tentunya adalah salah satu tim yang dipertimbangkan mengangkat piala di Afrika Selatan," lanjutnya. (SKY)