


LONDON, KOMPAS.com - Bek Chelsea, Jose Bosingwa, baru menjalani operasi lutut kiri dan harus istirahata total selama tiga bulan. Hal ini membuat konsistensi Chelsea terancam goyah.
Saat ini, Chelsea mapan di puncak klasemen Premier League dengan 30 poin dari 12 laga. Chelsea bisa mencapai itu berkat keseimbangan lini serang dan belakang. Mereka tercatat membuat 29 gol dan kebobolan delapan gol. Rekor kebobolan Chelsea merupakan yang paling sedikit.
Mengingat Bosingwa merupakan kunci yang tercatat sudah delapan kali tampil sebagai starter, ia tentu berperan besar dalam membangun soliditas pertahanan Chelsea. Ketidakhadirannya selama tiga bulan, membuat barisan belakang Chelsea harus membangun konsolidasi baru dengan Branislav Ivanovic.
Itulah yang membuat konsistensi dan agresivitas Chelsea terancam terganggu. Pasalnya, Bosingwa punya kemampuan lebih baik dalam membantu serangan dan responsif terhadap ancaman serbuan lawan.
Masalah Chelsea masih ditambah oleh absennya Ashley Cole yang mengalami cedera kaki. Meski tidak absen selama Bosingwa, Cole diragukan tampil melawan Arsenal dalam lanjutan Premier League, 29 November mendatang.
Chelsea jelas tak boleh meraih hasil selain menang saat bertemu Arsenal. Pasalnya, meski mapan di puncak, mereka hanya unggul lima angka dari Arsenal di posisi kedua. Mengingat Arsenal punya satu laga tunda, hasil seri atau kekalahan bisa berarti kehilangan takhta. (CHE)

