


LISBON, KOMPAS.com - Tim nasional Portugal mencoret nama Cristiano Ronaldo dari daftar pemain yang akan bermain menghadapi Bosnia-Herzegovina di babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, pada 14 dan 18 November mendatang. Keputusan ini diambil karena Ronaldo belum pulih dari cedera pergelangan kaki. Meski memahami alasan itu, Ronaldo tetap kecewa tidak bisa bermain di duel yang menentukan kelolosan Portugal ke Afsel.
Ronaldo mendapat cedera pergelangan kaki saat membela "Los Blancos" melawan Olympique Marseille di ajang Liga Champions, akhir September lalu. Cederanya makin parah setelah dia tampil membela Portugal melawan Hongaria di babak kualifikasi Piala Dunia 2010, 10 Oktober silam.
Dalam keadaan masih cedera, Ronaldo dipanggil Portugal untuk menghadapi Bosnia. Hal ini mengundang reaksi keras dari Madrid. Pasalnya, menurut Madrid, saat pertandingan versus Bosnia digelar, Ronaldo masih dalam masa pemulihan. Bila dipaksakan, itu akan mengancam karier Ronaldo.
Portugal tidak begitu saja menerima pengakuan Madrid. Mereka pun memanggil Ronaldo ke Portugal untuk memeriksa sendiri kondisi Ronaldo. Hasilnya, temuan Portugal cocok dengan Madrid. Mereka pun terpaksa mengembalikan Ronaldo ke Madrid.
Ronaldo mengerti dan sepenuhnya menerima pencoretan namanya. Namun, sebagai kapten timnas, ia sangat kecewa tidak bisa berjuang meloloskan timnya ke Afrika Selatan.
"Merupakan kekecewaan aku tak bisa membantu Portugal. Lebih dari itu, tak ada yang lebih penting ketimbang babak play-off melawan Bosnia ini. Tak seorang pun pada titik ini merasa lebih sedih dariku. Pasalnya, mewakili orang-orang Portugal selalu menjadi salah satu momen terbaik bagi harga diriku sebagai pemain profesional dan sebagai warga negara. Namun, sekarang, aku tak punya pilihan selain meneguhkan rekan-rekanku dari luar," ujarnya.
"Aku akan berada di stadion untuk mendukung rekan-rekanku. Aku yakin, menjaga semangat yang telah kami saksikan, dengan kesatuan, kerendahan hati, dan solidaritas, kami akan menunjukkan kualitas sepak bola kami. Akhirnya, aku akan bersama tim merayakan langkah pertama dari sua tahap yang menentukan kelolosan kami ke Piala Dunia. Aku tak ragu, bahwa kami akan berada di sana (Afsel)," tambahnya.
Di atas kertas, kekuatan Bosnia dan Portugal cukup berimbang. Bosnia mengakhiri babak babak penyisihan Grup 5 Zona Eropa sebagai runner-up dengan koleksi 19 poin hasil enam kemenangan, sekali seri, dan tiga kekalahan. Sementara itu, Portugal menuntaskan babak penyisihan Grup 1 juga dengan 19 poin hasil lima kemenangan, empat hasil imbang, dan satu kekalahan.
Mengacu hal tersebut, kedua kubu memiliki peluang lolos dan gagal sama besarnya. Namun, Portugal mendapat sedikit keuntungan karena akan menjadi tuan rumah di leg pertama. Bila bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk mendulang poin penuh, langkah mereka di leg kedua akan lebih ringan. (AS)

