


BERGAMO, KOMPAS.com - Juventus menang 5-2 atas Atalanta dalam lanjutan Serie-A, di Stadion Azzurri D'Italia, Sabtu (7/11). Poin penuh mengembalikan Juventus ke peringkat kedua dengan 24 poin. Mereka hanya kalah empat angka dari Inter Milan di puncak klasemen.
Perbedaan kasta ternyata tak membuat pertandingan berjalan mudah bagi "Si Nyonya Tua". Meski mendominasi, Juventus kesulitan mengatasi permainan agresif tuan rumah. Setiap usaha mengalirkan bola ke depan, sering kandas di tengah jalan.
Untuk mengatasi kebuntuan, Juventus memainkan umpan-umpan panjang dan silang. Selain itu, Juentus juga mencoba bermain lebih lugas. Setiap mendapat ruang menembak, para pemain memberanikan diri mengeksekusi bola.
Setelah gagalnya sejumlah usaha, Juventus akhirnya berhasil unggul lebih dulu melalui Mauro Camoranesi di menit ke- 36. Mamanfaatkan umpan Diego, Camoranesi menyundul bola masuk ke sudut kiri atas gawang Andrea Consigli.
Tak sampai satu menit kemudian, Camoranesi menggandakan keunggulan Juventus. Kala itu, Camoranesi berhasil menjangkau bola liar dan langsung melepaskannya ke sudut kiri atas gawang Atalanta.
Bobol dua kali dalam waktu sangat singkat membuat Atalanta meningkatkan tensi permainan. Perlahan, mereka mampu memperbaiki penampilan. Sayang, sebelum mencetak gol balasan, peluit turun minum sudah berbunyi.
Memasuki babak kedua, Juventus memperbaiki penguasaan bola dan berhasil menekan Atalanta. Namun, karena terlalu fokus menyerang, mereka kecolongan gol balasan Atalanta yang dicetak Jaime Valdes di menit ke-51. Memanfaatkan umpan Tiberio Guarante, Valdes melesakkan bola ke sudut kanan atas gawang.
Gol itu menggugah Atalanta untuk meningkatkan daya serang dan mencari gol penyama kedudukan. Mereka pun merangsek semakin ngotot ke jantung pertahanan Juventus. Namun, belum lagi manambah gol, mereka kembali tertinggal semakin jauh dari Juventus, menyusul gol Felipe Melo di menit ke-55.
Kembali tertinggal dua angka tak membuat Atalanta menurunkan semangat tempurnya. Sebaliknya, mereka bermain lebih ngotot, kuat, dan bertenaga. Selangkah demi selangkah, mereka berhasil mendesak Juventus sampai akhirnya berhasil memperpendek jarak melalui Fabio Ceravolo. Memanfaatkan umpan Simone Tiribochi, Ceravolo mengempaskan bola ke sudut kanan atas gawang Gianluigi Buffon di menit ke-71.
Dengan sisa waktu sekitar 20 menit, Atalanta bermain semakin ngotot untuk menyamakan kedudukan. Untuk itu, mereka mengambil risiko merenggangkan kualitas pertahanan. Selama beberapa saat, tekanan Atalanta tampaknya efektif dan menjanjikan gol. Namun, lagi-lagi, keyakinan mereka patah oleh gol keempat Juventus yang dicetak Diego di menit ke-85. Diego sukses mengoyak jaring Juventus setelah memanfaatkan umpan Camoranesi.
Bencana Atalanta tak selesai sampai di situ. Dua menit berselang, David Trezeguet melengkapi derita mereka dengan gol kelima untuk Juventus. Trezeguet menjebol gawang Atalanta usai memanfaatkan umpan Paolo De Ceglie.
Rentetan gol Juventus yang diiringi menipisnya waktu membuat menyusutkan asa Atalanta untuk mengejar ketinggalan. Meski masih berjuang, serangan mereka tak seganas sebelumnya.
Juventus sendiri tampaknya sudah puas dengan hasil itu. Dalam tiga menit waktu tersisa, Juventus fokus kepada pertahanan untuk mencegah gol ketiga Atalanta. Skor 5-2 pun untuk Juventus bertahan hingga akhir laga.
Susunan pemain:
Atalanta: Consigli; Peluso, Talamonti, Belini, Garics; Guarante, Padoin, Valdes, Ceravolo; Doni, Titibocchi
Juventus: Buffon; Chiellini, Cannavaro, Grosso, Caceres; Poulsen, Melo, Giovinco (De Ceglie 72), Camoranesi; Diego (Immobile 88), Trezeguet


