


LIVERPOOL, KOMPAS.com — Penyerang Liverpool, Fernando Torres, akhirnya ambruk juga. "El Nino" terpaksa harus beristirahat selama tiga pekan untuk proses penyembuhan cedera pangkal paha yang belum pulih. Aksinya yang selalu meneror lawan pun sementara absen.
Torres mendapat cedera ketika membela Tim Nasional Spanyol melawan Armenia dalam kualifikasi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, 10 Oktober silam. Meski cedera, Rafael Benitez tetap menurunkannya sebagai starter. Benitez harus mengambil keputusan tersebut setelah Steven Gerrard juga terbekap cedera.
Lagi pula, Torres juga bersedia tampil. Bahkan, dia terkesan memaksakan diri. Selain itu, minimnya barisan penyerang menjadi faktor lain yang membuat Benitez mau tak mau memaksa Torres tampil.
Meskipun dililit cedera, teror Torres belum hilang. Ia menciptakan satu gol pembuka saat Liverpool mengalahkan Manchester United 2-0. Kemudian, Torres juga menciptakan gol semata wayang bagi timnya saat dikalahkan Fulham dalam lajutan Premier League.
Setelah sekian pertandingan memaksakan diri, akhirnya Torres ambruk juga. Sebenarnya, tim medis menyarankan Torres agar ia dioperasi. Namun, Torres menolaknya dan lebih memilih mendengar pendapat dari tim medis lain untuk kesembuhannya. Benitez setuju dengan keputusan tersebut. Akhirnya, Torres menaiki jet milik klub dan terbang ke Valencia untuk berkonsultasi dengan seorang spesialis, dr Ramon Cugat. Setelah pemeriksaan, dr Cugat meminta Torres untuk beristirahat selama tiga pekan demi proses penyembuhan secara terapi tanpa harus melakukan operasi.
Torres pun sudah kembali ke Liverpool. Namun, media-media Spanyol memperkirakan, Torres absen saat Spanyol menjalani laga persahabatan melawan Argentina pada 14 November dan Austria pada 18 November. Dia juga kemungkinan tidak akan memperkuat Liverpool dalam empat pertandingan. Sebanyak tiga pertandingan di Premier League dan saat Liverpool bertandang ke markas Debreceni dalam lanjutan kualifikasi Liga Champions, 24 November mendatang.
Keabsenan Torres kemungkinan akan membuat lini depan Liverpool kurang tajam. Beberapa waktu lalu, "Si Merah" harus mengalami serangkaian kekalahan tanpa Torres di lini depan. (GRD)


