


MILAN, KOMPAS.com - Pelatih Inter Milan Jose Mourinho ingin membawa perubahan dalam timnya musim ini. Ia mengubah filosofi permainan di mana Inter tak hanya mengandalkan striker sebagai pencetak gol.
"Musim lalu permainan menyerang kami dibangun dalam zona sempit, didasarkan pada area di sekitar Zlatan Ibrahimovic dan siapa pun di dekatnya. Kini filosofi itu telah berubah," ungkap Mourinho.
"Kita akan lihat apakah kami bisa menang Scudetto lagi, semoga dengan bermain lebih baik dibanding sebelumnya," tambahnya.
Di musim pertamanya tahun lalu, Mourinho berhasil melanjutkan rentetan juara Serie A untuk "I Nerazzurri". Namun, kegagalan di Liga Champions telah membuka mata Mourinho untuk segera membenahi timnya agar lebih baik. Barcelona menjadi barometer perubahan karena tim Spanyol itu mampu memperlihatkan permainan menyerang dari segala lini, sepanjang permainan.
Itulah yang akan dibangun Mourinho musim ini, membangun serangan dari setiap lini. Dalam dua laga terakhir di Serie A, Inter berhasil meraup banyak gol. Menang 5-0 atas Genoa, lalu mengatasi Palermo dengan 5-3. Meski demikian, kata Mourinho, masih ada yang perlu dibenahi karena Inter masih terseok-seok di kancah Eropa.
"Itu benar, tapi di kasus lain kami tidak mampu mencetak satu gol pun lawan Sampdoria atau Barcelona," tambahnya. "Perubahan akan (dibuat) minimal. Biasanya dua, tiga, atau empat pemain. Samuel Eto’o dalam kondisi lebih baik dibanding ketika melawan (Dynamo) Kiev atau Catania."
Perubahan tersebut kemungkinan besar akan dipraktikkan pada giornata ke-10 di Serie A. Inter yang kini memimpin klasemen sementara akan bertandang ke Livorno. Mario Balotelli tidak akan dibawa karena masih mengalami cedera dalam duel lawan Palermo pekan lalu. (FBI)

