Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Deschamps: Madrid Impoten Tanpa Ronaldo
hpr | Sabtu, 31 Oktober 2009 | 04:55 WIB
|
Share:

MARSEILLE, KOMPAS.com - Pelatih Olympique Marseille, Didier Deschamps, menilai, Real Madrid akan terus terpuruk tanpa peran gelandang serangnya, Cristiano Ronaldo. Dia menilai Ronaldo memiliki peran yang cukup vital sebagai perusak permainan.
 
Pernyataan Descahmps tersebut didasarkan pengalaman selama ini. Dia sudah merasakan bagaimana timnya diluluh-lantakkan Madrid 0-3 di Santiago Bernebau pada matchday kedua Liga Champions (30/10). Saat itu, CR-9 tampil bergitu impresif dengan mencetak dua gol.

Namun, Ronaldo harus membayar mahal sepasang gol tersebut. Pasalnya, Ronaldo mengalami cedera pergelangan kaki yang memaksanya untuk absen dalam beberapa laga.

Tanpa Ronaldo, Madrid seperti pincang. Setelah absennya Ronaldo, Raul Gonzalez dkk kalah empat kali dan hanya sekali menang dalam lima pertandingan terakhir di berbagai kompetisi. Bahkan, mereka mengalami kekalahan yang memalukan di Copa del Rey, setelah digebuk tim Divisi Segunda B, Alcorcon 0-4, Selasa (27/10).

Sangat berbeda jika dibandingkan ketika Madrid diperkuat Ronaldo. Madrid tampil trengginas dengan meraih kemenangan tujuh kali berturut-turut di semua kompetisi, sebelum dikandaskan Sevilla di Divisi Primera. Bahkan, Ronaldo hampir selalu mencetak gol di setiap laga. Saat ini, dia telah mengemas 10 gol dari tujuh laga tersebut.   
 
Menurut Deschamps, daya gedor Madrid hilang saat Ronaldo absen. Ia menilai, Ronaldo memegang peran penting di tim. Selain itu, Ronaldo juga mampu membuka ruang bagi rekan-rekannya karena barisan pertahanan lawan selalu fokus untuk menjaga Ronaldo.

"Madrid tidak sama ketika tanpa Ronaldo di lapangan. Ketika dia tampil, perhatian lawan jadi tercurah kepadanya. Dia membuat perbedaan karena memberikan banyak ruang bagi rekan-rekannya," ungkapnya.

"Saya tidak ingin disebut 'Cristianodependencia' (ketergantungan kepada Ronaldo, Red). Tapi, jelas bahwa ada satu, dua atau tiga pemain di setiap tim yang sangat memengaruhi tim. Itu terjadi di Liverpool dengan Fernando Torres dan Steven Gerrard atau di Bordeaux dengan Yoann Gourcuff dan Maroune Chamakh," pungkasnya. (AS)