Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Madrid Lemah Otak
tjatur | Jumat, 30 Oktober 2009 | 04:15 WIB
|
Share:

MADRID, KOMPAS.com - Gelandang Real Madrid, Esteban Granero, menilai, performa buruk Madrid dalam lima pertandingan terakhir bukanlah kesalahan pelatih Manuel Pellegrini, melainkan pemain. Menurutnya, itu terjadi karena ketidakmampuan pemain Madrid memahami dan menerapkan instruksi Pellgrini.

Madrid hanya mampu menuai satu kemenangan dalam lima laga terakhirnya. Hasil paling memalukan mereka raih ketika menyerah 0-4 kepada tim Divisi Segunda B, Alcorcon, dalam lanjutan Copa del Rey, Selasa (27/10).

Pellegrini menjadi sorotan utama kekalahan itu. Media-media menyebutnya harus bertanggung jawab atas hasil buruk itu. Ia bahkan dinilai harus hengkang karena tak mampu menangani tim sebesar Madrid.

Menurut Granero, tak ada yang salah dengan metode dan gaya melatih Pellegrini. Ia menilai, kekalahan dari Alcorcon merupakan kesalahan tim. Tak adil mendudukan Pellegrini di kursi pesakitan seorang diri.

"Kami mendukung pelatih. Namun, segalanya tak selalu berjalan dengan baik. Kami tidak bermain seperti yang kami inginkan. Kami yakin kepada gagasan pelatih. Kami tak bisa menyalahkan pelatih atas kakalahn di Copa," ujarnya.

Granero berpendapat, kekalahan dari Alcorcon akan menjadi semakin buruk bila Madrid tak mampu mengambil manfaat apa-apa. Ketimbang saling menyalahkan, tim fokus kepada duel melawan Getafe, dalam lanjutan Divisi Primera, akhir pekan ini. Menurutnya, aib Madrid hanya bisa diobati dengan tiga angka.

"Ini bukan saat tepat mempertanyakan pelatih. Kami menghadapi kebuntuan. Namun, kami harus bergerak maju dan fokus kepada Getafe. Kami ingin membuat pendukung gembira. Kami ingin mencoba memperbaiki segalanya yang menyakitkan kami," tegasnya.

"Aku pikir, kami salah memahami pelatih saat duel versus Alcorcon. Jadi, kalau kami mengikuti kata-katanya, kami seharusnya tidak mengalami masalah di sektor sayap. Bek kiri dan kanan seharusnya tidak menghadapi dua penyerang di wilayah mereka sendiri. Ini masalah taktis yang harus kami luruskan," tambahnya. (MAD)