Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Derita Torres Bangkitkan Anfield
Senin, 26 Oktober 2009 | 02:34 WIB
|
Share:
AFP/PAUL ELLIS
Penyerang Liverpool, Fernando Torres (kanan) mencetak gol 2-0 atas Manchester United, Minggu (25/10).

TERKAIT

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Penyerang Liverpool, Fernando Torres memang hanya menyumbang satu gol saat Liverpool menggasak Manchester United (MU) 2-0, dalam lanjutan Premier League di Stadion Anfield, Minggu (25/10). Namun, gol itulah yang membuka jalan kemenangan Liverpool. Lebih hebat lagi, Torres menciptakan gol itu dalam siksaan cedera pangkal paha yang belum pulih.

Torres mendapat cedera saat membela Tim Nasional Spanyol melawan Armenia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, 10 Oktober silam. Sejak itu, Torres absen dari pertandingan-pertandingan Liverpool.

Menjelang duel versus MU, tim medis Liverpool juga belum menyatakan Torres pulih seratus persen. Ia bahkan tidak ikut latihan persiapan Liverpool untuk laga tersebut. Namun, mengingat pentingnya pertarungan itu, pelatih Rafael Benitez mengambil risiko dengan menurunkanTorres.

Sejak awal laga, Torres tampak tampil tidak optimal. Pergerakannya lamban dan kurang lincah. Ia juga mudah dijatuhkan lawan. Beberapa kali, lajunya di sektor kiri pertahanan Liverpool terganjal oleh Patrice Evra.

Berkali-kali dilanggar dan jatuh, Torres mencoba melanjutkan permainan. Meski tak optimal, ia berusaha menggantikan peran Steven Gerrard yang absen karena cedera, yaitu menjadi inspirasi permainan tim. Ketika penampilan tim tak kunjung meningkat, Torres memberanikan diri mengambil langkah penting di menit ke-65.

Saat itu, dengan pengamatan dan perhitungan cermat, sekuat tenaga, ia memaksakan diri berlari mengejar umpan Yossi Benayoun di sektor kiri pertahanan MU. Begitu menguasai bola, ia melanjutkannya dengan berlari masuk ke kotak penalti. Dalam kawalan Rio Ferdinand, ia berhasil melesakkan bola ke dalam jala Edwin van der Sar.

Tak ada perayaan meriah untuk gol itu. Pendukung, pemain, dan Benitez menyimpan luapan emosi mereka, setidaknya hingga hasil akhir dipastikan. Pahitnya empat kekalahan beruntun telah membuat publik Anfield apatis.

Suasana berbeda terlihat jelas ketika David Ngog, yang masuk menggantikan Torres di menit ke-81, berhasil meloloskan gol kedua Liverpool sesaat sebelum peluit panjang berbunyi. Saat itu, memanfaatkan umpan Lucas, Ngog berhasil lepas dari pengawalan bek MU, masuk ke kotak penalti, dan akhirnya menaklukkan Van der Sar dalam duel satu lawan satu.

Mengingat sudah unggul dua gol dan sisa waktu yang tinggal beberapa detik, Anfield merasa sudah waktunya melepaskan ledakan kegembiraan mereka. Maka, bergemuruhlah 40 ribuan Liverpudlian. yang memadati Anfield.

Ngog, boleh jadi telah membuka sumbat emosi Anfield. Namun, ledakan emosi itu tak akan terjadi, seandainya Torres tak lebih dulu menghidupkan kembali harapan yang sudah sekarat disiksa empat kekalahan beruntun. Terima kasih Torres! (ESPN)