


MILAN, KOMPAS.com - Inter Milan meraih kemenangan 2-1 atas Catania dalam lanjutan Serie-A, di Giuseppe Meazza, Sabtu (24/10). Mereka pun kembali memuncaki klasemen sementara dengan koleksi 22 poin atau unggul dua angka dari Sampdoria di posisi kedua.
Sebelumnya, Inter berada di posisi kedua dengan 19 poin atau kalah satu angka dari Sampdoria yang menguasai klasemen. Inter pun bersemangat menggasak Catania demi memperoleh kembali posisi itu. Apalagi, dalam laga tersebut, mereka Inter berstatus tuan rumah.
Dalam gemuruh dukungan Interisti, "La beneamata" lengsung menggebrak wilayah kekuasaan tim tamu. Namun, meski sering menguasai medan perang, mereka kesulitan menemukan celah mencetak gol. Rapatnya barisan belakang dan rajinnya lini tengah Catania memotong bola menghambat suplai bola Inter dari tengah ke depan.
Untuk mengatasi kesulitan penetrasi, Inter mencoba melakukan sejumlah tembakan jarak jauh. Sebuah usaha yang dilakukan Sulley Muntari di menit ke-12 langsung membuahkan gol.
Saat itu, Muntari berniat melepas umpan kepada Samuel Eto'o di kotak penalti. Meski Eto'o gagal menjangkau, bola masuk ke sudut kiri bawah gawang Andreas Campagnolo.
Berhasil unggul, Inter terus mendesak tim tamu. Setelah menunggu hingga menit ke-31, mereka pun berhasil menggandakan keunggulan melalui Wesley Sneijder. Dipercaya mengambil tendangan bebas, Sneijder sukses melesakkan bola ke sudut kanan atas gawang Catania.
Catania sendiri sebetulnya sudah berusaha melawan. Di tengah tekanan tuan rumah, mereka mampu menyelipkan sejumlah ancaman serius.
Pada menit ke-21, misalnya, Ezequiel Carboni nyaris membawa timnya menyamakan kedudukan. Sayangnya, tembakan yang mengarah ke sudut kanan atas gawang Inter berhasil ditepis Julio Cesar.
Gagal dengan percobaan pertama, mereka mencoba mencari kesempatan berikutnya. Usaha mereka semakin keras ketika tertinggal 0-2. Toh, kerja keras mereka tak membuahkan apa-apa selain memaksa Inter puas menutup 45 menit pertama dengan kemenangan 2-0.
Memasuki babak kedua, Inter dikejutkan oleh gebrakan cepat Catania. Meski masih mendominasi, Inter kehilangan determinasi karena terpaksa membagi fokus ke lini serang. Akibatnya, mereka kesulitan memperbesar keunggulan.
Sebaliknya, Catania yang sukses melemahkan daya serbu Inter, bergerak semakin agresif dan ofensif. Sayangnya, karena mereka kurang kreativitas, mereka kesulitan membuka barisan pertahanan Inter. Hasilnya, meski mampu membahayakan lawan, mereka sulit menciptakan peluang emas.
Namun, kerja keras Catania tak terlalu sia-sia. Sebuah pergerakan Plasmati di kotak penalti Inter memaksa Cesar keluar sarang dan melanggarnya. Hadiah penalti pun diberikan kepada Catania. Mascara yang dipercaya melakukan eksekusi berhasil mengirim bola masuk ke sudut kanan bawah gawang Cesar.
Gol itu menggugah semangat juang Catania. Mereka pun semakin ngotot mendesak lawan. Namun, Inter berhasil meredam aksi mereka sehingga bisa mengakhiri laga dengan skor 2-1.
Susunan pemain:
Inter: Cesar; Lucio, Cordoba, Chivu, Maicon; Vieira, Muntari (Krhin 85), Zanetti, Sneijder (Stankovic 72); Balotelli, Eto'o (Materazzi 88)
Catania: Campagnolo; Spolli, Silvestre, Capuano, Potenza; Carboni, Biaganti (Mascara 46), Izco (Ledesma 46); Llama, Delvecchio (Plasmati 76), Morimoto

