

SAMARINDA, KOMPAS.com - Manajemen Persisam Samarinda harus mengeluarkan dana yang cukup tebal untuk mendatangkan striker Timnas Thailand, Pipat Tonkaya. Sebab, dia akhirnya dikontrak dengan harga Rp 1,2 miliar.
"Pokoknya dalam pekan ini Pipat akan datang ke Samarinda. Kita sudah mengeluarkan uang muka kontrak sekitar Rp 410 juta dari nilai kontrak yang kita sepakati sebesar Rp 1,2 miliar," kata Aidil Fitri, Manajer Umum Persisam Putra, di Samarinda, Sabtu (24/10).
Aidil mengharapkan, kehadiran Pipat Tonkaya yang cukup subur pada kompetisi di negaranya yakni Thailand, bisa tetap konsisten bermain bagus pada saat bergabung dengan klub persisam nantinya.
"Pemain ini kita datangkan karena memang kita membutuhkan penyerang. Kita sudah paham skill dan kemampuan Pipat. Kita harapkan dia bisa menjadi tandem yang serasi untuk Zaenal Arif, pemain depan kita," ujar Aidil.
Aidil menjelaskan, dengan masuknya Pipat, untuk sementara pihaknya akan menahan dulu keinginan penambahan pemain. Sebab, kondisi keuangan Persisam masih belum memungkinkan untuk menambah pemain baru.
"Makanya, untuk sementara dua striker asing yang menjalani seleksi, yakni Mattew Mayora dari Australia dan Baek So Yuun dari Korea, sudah kita pulangkan. Kita akan mencari pemain baru lagi ketika kondisi keuangan Persisam sudah memungkinkan," ujar Aidil.
Sementara itu, pelatih Persisam, Aji Santoso cukup senang dengan rencana bergabungnya Pipat Tonkaya, pemain Thailand berusia 30 tahun itu. Pasalnya, dari evaluasi Aji dalam tiga pertandingan, timnya memang sangat membutuhkan tambahan pemain depan.
"Dalam dua kali laga kita selalu mengandalkan Zaenal Arif di lini depan dan ternyata hasilnya juga kurang maksimal. Sebab, pemain ini tidak punya tandem yang pas dalam melakukan penyerangan," Kata Aji.
Kondisinya semakin parah ketika Zaenal arif cedera, seperti laga melawan Persema Malang, pada 22 Oktober 2009. Terlihat pemain Persisam tidak bisa optimal dan kalah dalam pengusaan bola. Hal ini, menurut Aji, karena ia memang memerankan Ronald Fagundez dan Danilo Fernando untuk berperan di lini depan.
"Berbeda kalau kita tempatkan Fagundez dan Danilo di lini tengah, mungkin pola dan penguasaan bola kita bisa lebih hidup. Untung saja kita bisa memenangkan pertandingan," ujar Aji.
Aji berharap agar kehadiran Pipat tidak hanya untuk menopang permainan Zaenal Arief, tapi justru dia bisa menjadi inspirator terjadinya gol dan kemenangan untuk Persisam. (ANT)


