


JAKARTA, KOMPAS.com - Liga Medco kembali bergulir. Untuk itu, setiap Pengprov PSSI segera menyiapkan tim Usia di bawah 15 tahun (U-15). Tahun ini, Liga Medco yang digulirkan pada tahun 2006 dan merupakan kompetisi sepak bola nasional untuk menjadi ajang pencarian bakat pesepak bola nasional berusia muda, memasuki tahun keempat.
Pendiri kelompok usaha Medco yang mensponsori Liga Medco, Arifin Panigoro, mengatakan bahwa selama tiga musim kompetisi terakhir, tak kurang dari 1500 pesepak bola berbakat dari seluruh Indonesia sudah merasakan manfaat Liga Medco sebagai wadah untuk dapat tampil di tingkat nasional.
"Sepak bola kita harus kembali berjaya di Asia. Kita memerlukan pesepak bola berbakat untuk memenuhi kebutuhan tim nasional kita. Satu-satunya jalan adalah kita harus terus mencari pesepak bola berbakat dari seluruh Tanah Air," ungkapnya ditemui di Sekretariat PSSI, Jumat (23/10).
Dikatakannya, sepak bola Indonesia dapat bangkit mengejar ketinggalannya. Kuncinya ada di pembinaan usia dini.
"Masa depan sepak bola kita, yang kita harapkan kembali berjaya, ada di anak-anak usia 15 tahun ini. Kita harus memberikan kesempatan kepada mereka untuk tampil di kompetisi tingkat nasional. Dari sini mereka akan melewati tahapan-tahapan penting pembentukan diri sebagai pemain nasional di jenjang usia 17, 19, dan 21, sebelum masuk skuad timnas senior," urainya.
Babak penyisihan Liga Medco 2009 secara resmi mulai bergulir pada Minggu (25/10) hingga Kamis (29/10) di enam kota. Tahun ini kompetisi diikuti 24 tim yang terbagi dalam 6 grup. Grup I terdiri dari Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Jambi; Grup II berisi Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau; Grup III diikuti Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta. Grup IV terdiri dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, NTB; Grup V berisi Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara; dan Grup VI diikuti Maluku, Sulawesi Utara, Papua, Papua Barat.
Juara dan runner-up di babak penyisihan berhak melaju ke babak 12 besar yang akan terbagi dalam 4 grup. Babak 12 besar, rencananya, bergulir pada 23 – 30 November mendatang. Memasuki putaran final, hanya 4 tim terbaik yang merupakan juara masing-masing grup di babak 12 besar saja yang akan berlaga di Jakarta pada 4 – 6 Desember 2009.
Uniknya, setiap tahun Liga Medco selalu melahirkan tim juara yang ditentukan melalui tendangan penalti. Pada penyelenggaran tahun 2006, Maluku menjadi juara setelah mengalahkan DKI Jakarta melalui drama adu penalti. Tahun 2007 giliran DKI Jakarta juara setelah menang adu penalti juga atas Jawa Timur. Tahun 2008, Jawa Timur menjadi juara melawan Maluku melalui satu gol dari titik penalti.
Selama tiga kali penyelenggaraan Liga Medco (2006 – 2008), yang didukung penuh Medco Foundation, banyak pesepak bola berbakat terjaring dan berhasil masuk skuad tim nasional sepak bola Indonesia U-15 dan U-16. Bahkan tim nasional Indonesia U-19 saat ini, yang melakukan pemusatan latihan nasional selama dua tahun di Uruguay, hampir seluruhnya diisi pemain-pemain yang berasal dari Liga Medco tahun 2006 dan 2007. Tim U-19 ini rencananya akan berlaga di Kejuaraan Asia AFC U-19 di Bandung, 7 hingga 13 November yang akan datang.
Sementara itu, Direktur Operasional Medco Foundation Roni Pramaditia yang mendampingi Arifin Panigoro mengharapkan Liga Medco 2009 dapat masuk di tim inti Timnas U-16 yang akan diterjunkan ke kejuaraan Asia AFC U-16 di Manila tahun 2010 mendatang.
"Kami berharap para pemain terbaik dari Liga Medco 2009 ini dapat pula menjadi para pemain inti timnas U-16 kita yang akan berlaga di Kejuaraan Asia AFC U-16 di Manila, Filipina, tahun 2010. Karena kami ingin Liga Medco menjadi bagian integral yang dapat membantu pembinaan dan program kerja PSSI dalam mencari pemain berbakat di seluruh Indonesia," katanya.
Dijelaskannya, Kompetisi Liga Medco 2009 akan dipantau PSSI dan BTN. Tahun ini akan menurunkan tim pemandu bakat yang terdiri dari mantan pemain nasional, antara lain Risdianto, Bambang Nurdiansyah, Zulkarnaen Lubis, dan Max Pieter.

