


MADRID, KOMPAS.com — Penyerang Alexandre Pato mencetak sepasang gol yang mengantar AC Milan menang 3-2 atas Real Madrid dalam lanjutan babak penyisihan grup Liga Champions, Rabu (21/10) di Santiago Bernabeu.
Pertandingan berjalan terbuka sejak awal. Madrid menguasai pertandingan sedikit lebih baik dari Milan. Namun, kedua kubu secara umum sama-sama bermain ofensif dan bergantian menekan lawan.
Sayangnya, permainan apik yang disajikan kedua kubu mendadak menjadi rusak, menyusul blunder kiper Nelson Dida yang mengakibatkan Milan tertinggal 0-1 di menit ke-19.
Saat itu, Dida sudah berhasil menangkap sepakan Esteban Granero. Namun, bola terlepas dari genggamannya. Raul, yang berada di dekatnya, langsung menyongsong bola dan menyepaknya masuk ke tengah gawang.
Gol itu mengubah jalannya permainan. Meski masih cukup agresif, kedua kubu bermain lebih hati-hati dalam tempo lebih lambat.
Di menit ke-24, Milan mencoba menaikkan tempo permainan dan berhasil mengejutkan barisan belakang Madrid. Milan pun berhasil melepaskan dua umpan silang bagus melalui Massimo Oddo dan Clarence Seedorf. Sayangnya, Ronaldinho dan Inzaghi, yang menjadi sasaran, gagal menjangkau bola.
Ancaman Milan segera direspons Madrid dengan memperbaiki barisan pertahanan dan penguasaan bola. Mereka pun bisa meredam agresivitas tim tamu sekaligus membuka ruang serang.
Namun, ketika pertandingan baru memasuki masa injury time, Madrid berhasil menciptakan peluang terbaik mereka melalui Marcelo. Sayang, tembakan jarak jauh Marcelo gagal memberi gol kedua bagi Madrid karena Dida berhasil mengeblok bola.
Tak lama, peluit turun minum berbunyi. Skor 1-0 dengan kondisi Madrid unggul.
Memasuki babak kedua, Madrid langsung bermain ngotot. Ketika kehilangan bola, para penggawa "Los Blancos" tak ragu mengejar bola dan mengganjal lawan.
Milan sendiri betul-betul kerepotan mengatasi kecepatan dan kegesitan pemain Madrid. Ketika pertandingan babak kedua baru memasuki menit ke-47, mereka bahkan nyaris kebobolan lagi oleh Raul.
Saat itu, dalam kawalan Alessandro Nesta dan Gianluca Zambrotta, Raul berhasil menjangkau umpan terobosan Granero, masuk kotak penalti, dan melepaskan tembakan mendatar ke sudut kiri gawang Milan. Sayang, alur bola melenceng keluar sasaran.
Tak mau memberi angin, Madrid terus mendesak Milan. Pada menit ke-50, ke-51, dan ke-54, bergantian, Ricardo Kaka, Karim Benzema, dan Raul menembakkan bola ke gawang Milan. Namun, Dida mampu menangkis ancaman lawan.
Terus tertekan, Milan malah berhasil menyamakan kedudukan melalui Andrea Pirlo pada menit ke-62. Dari tengah wilayah pertahanan Madrid, Pirlo melepas tendangan keras yang bersarang di sudut kanan bawah gawang Casillas. Casillas sebetulnya sudah menjatuhkan diri ke arah yang benar, tetapi bola terlalu cepat dari gerakannya.
Gol itu mengubah jalannya pertandingan. Meski masih di bawah tekanan lawan, Milan kini bergerak dengan penuh keyakinan diri dan determinasi. Mereka bahkan mampu berbalik unggul melalui Alexandre Pato pada menit ke-65.
Gol bermula dari umpan panjang Massimo Ambrossini yang berhasil dijangkau Pato. Setelah itu, ia berhasil mengalahkan Casillas dalam duel satu lawan satu, sebelum akhirnya mengirim bola masuk ke dalam jaring Madrid.
Keadaan menjadi semakin panas. Madrid, yang masih menguasai permainan, memaksakan permainan dalam tempo tinggi. Setelah beberapa kali gagal, Madrid akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Royston Drenthe pada menit ke-75. Memanfaatkan sepak pojok Raul, Drenthe mengirim bola ke sudut kiri bawah gawang Dida.
Gol itu mengembalikan kepercayaan diri Madrid. Pada menit ke-84, mereka pun nyaris kembali unggul melalui Kaka. Saat itu, dari tengah kotak penalti, Kaka melepas tendangan ke tengah gawang, yang sayangnya, bisa ditepis Dida. Bola kemudian jatuh ke kaki Raul yang langsung melesakkan bola masuk gawang Milan. Namun, wasit menganulir gol itu karena Raul dinilai sudah lebih dulu berada di posisi offside.
Hal itu membuat Madrid semakin penasaran. Mereka mencoba meningkatkan tensi dan tempo serangan untuk bisa kembali unggul. Namun, agresivitas itu mengurangi kewaspadaan mereka. Akibatnya, gawang mereka dibobol oleh Thiago Silva pada menit ke-86. Namun, lagi-lagi wasit menganulir gol itu karena menilai Silva lebih dulu melanggar Raul.
Keputusan wasit membuat pemain Milan kecewa. Aksi protes kemudian melebar kepada cekcok sengit antara Nesta dan Raul. Wasit Frank De Bleeckere akhirnya memutuskan tetap menganulir gol dan memberi kartu kuning kepada Nesta dan Raul.
Merasa diri pantas unggul, Milan memberanikan diri menembus tekanan Madrid. Ternyata, agresi mereka berhasil membuahkan gol ketiga dari kaki Pato pada menit ke-88. Memanfaatkan umpan Seedorf, Pato mengirim bola masuk ke gawang Casillas.
Madrid mencoba mengejar ketinggalan. Namun, skor 3-2 untuk Milan bertahan hingga akhir laga.
Dengan hasil ini, Milan mengoleksi enam poin atau sama dengan Madrid. Namun, karena Milan unggul dalam rekor pertemuan, mereka berhak menduduki puncak klasemen Grup C. Madrid sendiri harus turun ke peringkat kedua.
Susunan pemain:
Madrid: Casillas; Pepe, Albiol, Marcelo, Ramos; Alonso, Diarra, Kaka, Granero (Drenthe 66); Raul, Benzema.
Milan: Dida; Thiago Silva, Zambrotta, Oddo; Ambrossini, Seedorf, Pirlo; Ronaldinho, Pato, Inzaghi (Borriello 59).

