Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Jelang Juventus Vs Maccabi Haifa
Juve Perlakukan Maccabi seperti Madrid
Selasa, 20 Oktober 2009 | 14:51 WIB
|
Share:
AFP/DAMIEN MEYER
Bek Juventus Giorgio Chiellini (kiri) menghalangi striker Real Madrid Raul Gonzalez dalam duel Liga Champions di Turin, Oktober 2008.

TERKAIT

ROMA, KOMPAS.com — Juventus tidak akan meremehkan kemampuan Maccabi Haifa ketika mereka bertemu di fase grup Liga Champions di Turin, Rabu (21/10). Meski Maccabi berstatus sebagai juru kunci Grup A, "I Bianconeri" akan menganggapnya sebagai tim setangguh Real Madrid.

Saat ini Juventus masih menduduki peringkat ketiga Grup A dengan selisih dua angka di atas Maccabi. Bek tengah Giorgio Chiellini mengakui, timnya tak tahu banyak soal Macabbi selain dua kekalahan yang mereka dapatkan pada laga versus Bayern Muenchen dan FC Bordeaux.

"Kami tidak banyak tahu soal Maccabi, secara pribadi aku mengenal striker (Vladimir) Dvalishvili karena aku pernah melawannya saat di timnas melawan Georgia akhir pekan lalu," kata Chiellini.

"Mereka merupakan sebuah tim yang harus dihargai atas yang mereka lakukan melawan Bayern Muenchen dan Bordeaux karena mereka hanya kalah di akhir-akhir laga," tambahnya.

Meski di atas kertas bisa mengalahkan klub asal Israel tersebut, "La Vecchia Signora" tidak mau gegabah menyepelekan Maccabi. Dua hasil seri lawan Bayern dan Bordeaux membuktikan bahwa Juve masih belum memperlihatkan hasil terbaik di ajang ini. Karena itu, Gianluigi Buffon dkk membutuhkan nilai penuh untuk memperbaiki peringkat mereka.

"Kami harus bermain dengan intensitas yang sama seperti kami tunjukkan setahun lalu lawan Real," tegas Chiellini. "Dalam laga ini dan leg berikutnya di Tel Aviv merupakan pertandingan di mana kami harus menang dengan cara apa pun sehingga kami dapat melakukannya di dua laga terakhir dengan kondisi sebaik mungkin."

Musim lalu Juventus tampil gemilang pada laga fase grup melawan "El Real". Kapten Alessandro Del Piero menjadi kunci kemenangan dalam laga kandang dan tandang tersebut lewat gol-gol yang diciptakannya melalui tendangan bebas. Sayang, kegemilangan itu kandas di fase gugur setelah mereka dipaksa menyerah oleh Chelsea. (AP)