


MADRID, KOMPAS.com - Gelandang Real Madrid, Xabi Alonso, menilai, timnya memiliki kekuatan lebih dari cukup untuk menaklukkan berbagai ajang. Menurutnya, Real Madrid, setidaknya bakal mampu menyamai rekor treble Barcelona musim lalu.
Madrid berubah menjadi monster yang menakutkan pada musim ini. Untuk menjadi "monster", mereka telah merogoh kocek sebesar 250 juta euro atau sebesar Rp 3,6 triliun untuk mencomot Cristiano Ronaldo, Ricardo Kaka, Raul Albiol, Xabi Alonso, Karim Benzema, dan Alvaro Arbeola. Para mega bintang ini diharapkan jadi senjata ampu untuk melibas semua perintang.
Ambisi presiden Real Madrid, Florentino Perez, untuk membentuk "Los Galacticos Jilid II ini tak lepas dari rasa sakit hati melihat Barcelona meraih tiga gelar bergengsi musim lalu. Kesuksesan Barcelona menjuarai Liga Champions, Divisi Primera, dan Piala Super Spanyol, menjadikan mereka tim Spanyol pertama yang meraih treble, sebuah rekor yang seharusnya menjadi milik Madrid.
Revolusi euro di Santiago Bernabeu membuahkan perubahan yang signifikan. Hingga jornada ketujuh Madrid hanya sekali mengalami kekalahan dan bertahta di posisi kedua klasemen sementara Divisi Primera dengan 18 poin atau kalah satu angka dari Barcelona di puncak klasemen. Selain itu, mereka tercatat menjadi tim tertajam di Divisi Primera dengan torehan rata-rata tiga gol per pertandingan. Di ajang Liga Champions, Raul Gonzalez dkk juga tancap gas dengan torehan enam poin dari dua laga.
Barcelona sendiri tidak tinggal diam menghadapi kebangkitan Madrid. Dengan perubahan lebih sedikit, mereka membuktikan diri pantas menjadi kandidat mempertahankan gelar domestik dan Eropa. Meski hanya berbeda satu angka dari Madrid, Barcelona masih merupakan pemilik sah takhta klasemen. Selain itu, di Liga Champions mereka masih menunjukkan taringnya dengan selalu menuai poin penuh dalam dua pertandingan.
Alonso mengakui, Barcelona masih merupakan tim tangguh. Raihan treble telah mematangkan mental juara mereka. Selain itu, tanpa banyak perubahan komposisi pemain, Barcelona merupakan tim yang lebih solid ketimbang Madrid. Namun, ia yakin, dengan kualitas pemain di atas rata-rata, Madrid akan melewati proses adaptasi dengan cepat.
"Kami adalah tim dengan materi yang baru, sedangkan mereka (Barcelona) solid di semua sisi yang memenangkan banyak gelar musim lalu. Ini tantangan bagi kami untuk menjadi sebaik Barcelona musim lalu. Kami telah membangun sebuah proyek baru (Los Galacticos II) dengan pemain-pemain penting dan pemain-pemain solid yang sudah berada di sini musim lalu," paparnya.
"Aku pikir segalanya membutuhkan waktu dan kami sedang mengalami proses induksi alami. Kami mencoba untuk memperbaiki pada setiap pertandingan dan kami ambisius. Kami ingin bermain sepak bola yang baik selain memenangkan semua permaianan kami, Aku percaya masih banyak ruang untuk melakukan perbaikan," lanjutnya. (AJA)


