


MILAN, KOMPAS.com - Gelandang AC Milan, Ronaldinho, mencetak assist dan gol yang mengantar timnya menang 2-1 atas AS Roma dalam lanjutan Serie-A, di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (18/10). Ini adalah kemenangan pertama Milan dalam lima laga terakhirnya.
Pada empat laga sebelumnya, Milan menelan dua hasil imbang dan dua kekalahan, termasuk ketika digusur FC Zurich 0-1 di pentas Liga Champions, Rabu (30/9). Hujan kritik pun mendera penggawan Milan, terutama Ronaldinho dan pelatih Leonardo.
Dalam berbagai tekanan itu, Milan harus menjamu AS Roma yang sedang naik daun. Laga ini pun menjadi pertaruhan Milan. Di satu sisi, kekalahan akan memperburuk kondisi Milan. Namun, kalau bisa melewati adangan sulit ini, Milan boleh berharap tidak terlambat untuk kembali ke jalur juara.
Meski begitu, Milan juga sempat tampil canggung di awal laga. Bahkan, mereka sempat tertinggal lebih dulu menyusul gol Jeremy Menez saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Ia membobol gawang Dida setelah mencuri bola dari penguasaan Thiago Silva.
Milan belum melakukan perbaikan apa-apa ketika Menez kembali mengancam gawang Dida di menit keempat. Memanfaatkan umpan Rodrigo Taddei, Menez melepaskan tembakan ke tengah gawang Milan. Kali ini, Dida berhasil menggagalkan usaha lawan.
Sementara Milan kebingungan mencari cara bermain yang lebih praktis dan efektif, Roma tak berhenti mengalirkan serangan. Untung bagi Milan, Dida mampu tampil cukup gemilang mengantisipasi setiap usaha "I Lupi".
Di tengah derasnya desakan Roma, Milan akhirnya berhasil menciptakan peluang gol di menit ke-39 melalui Clarence Seedorf. Memanfaatkan bola liar di kotak penalti, Seedorf menyontek bola ke sisi kanan bawah gawang Roma. Sayang sekali, Doni masih berhasil menepisnya.
Peluang itu memberikan inspirasi bagi Milan. Perlahan, mereka mulai melepaskan diri dari tekanan Roma dan membangun permainan yang lebih solid. Namun, belum sempat memberi ancaman baru buat Roma, wasit keburu meniup peluit tanda turun minum. Babak pertama pun usai dengan skor 1-0 untuk keunggulan Roma.
Memasuki babak kedua, Milan mencoba memperbaiki penguasaan bola. Dalam tempo sedang, mereka memainkan bola di lini tengah sambil mencari peluang menyerang.
Setelah beberap saat, Milan berhasil menyelipkan serangan dari sayap kiri melalui Ronaldinho. Namun, Nicolas Burdisso berhasil memotong tembakan Ronaldinho yang membuahkan tendangan bebas.
Andrea Pirlo yang dipercaya mengeksekusi bola mengirim bola langsung ke tengah. Inzaghi yang sudah menanti berhasil menanduk bola. Sayang, sundulannya masih bisa dibuang David Pizarro.
Meski gagal, Milan mencoba mempertahankan penguasaan bola dan terus mengurung AS Roma di wilayah pertahanan sendiri. Desakan Milan merusak fokus pemain Roma, yang mencapai puncaknya ketika Nicolas Burdisso melanggar Alessandro Nesta di kotak terlarang. Wasit Roberto Rosetti pun langsung menghadiahkan penalti bagi Milan.
Ronaldinho yang dipercaya mengeksekusi bola sukses menunaikan tugas. Ia berhasil meloloskan bola ke sudut kanan bawah gawang Doni. Meski Doni sudah menjatuhkan badan ke arah yang benar, bola melesat lebih kencang dari reaksinya.
Gol penyama kedudukan itu memulihkan kepercayaan diri dan performa Milan. Dalam koordinasi yang semakin solid, mereka mampu lebih jeli melihat dan menciptakan kesempatan.
Pada menit ke-65, misalnya, Milan sempat terdesak oleh desakan Roma. Namun, begitu berhasil merebut bola, mereka mampu melancarkan serangan balik cepat yang membuahkan gol kedua dari kaki Alexandre Pato.
Gol bermulai dari umpan lambung Ronaldinho kepada Pato. Setelah menguasai bola, Pato masuk ke kotak penalti dan mengecoh Doni, sebelum akhirnya melesakkan bola ke dalam gawang yang sudah tak terkawal.
Melihat keadaan berbalik memihak Milan, Roma meningkatkan agresivitas permainan. Namun, sebelum usaha mereka membuahkan hasil positif, Milan bergerak lebih cepat memberi ancaman baru untuk gawang Doni melalui Seedorf di menit ke-79. Memanfaatkan umpan Pato, Seedorf melepaskan tembakan ke tengah gawang Roma. Namun, kali ini Doni mampu menyelamatkan gawangnya.
Di tengah dominasinya, Milan malah mendapat bencana, menyusul kartu kuning kedua yang diterima Massimo Ambrossini di menit ke-80. Demi mempertahankan peluang meraih poin penuh, pelatih Leonardo mengetatkan pertahanan dengan menarik Ronaldinho dan memasukkan Mathieu Flamini di menit ke-84.
Perubahan itu terbukti efektif. Kehadiran Flamini memungkinkan Milan bertahan lebih baik dalam menghadapi serangan Roma yang semakin gencar. Meski gagal menciptakan gol tambahan, mereka bisa mengamankan gawang mereka hingga akhir laga. Milan pun berhak menutup laga dengan kemenangan 2-1.
Kemenangan ini membuat Milan naik ke peringkat kedelapan klasemen dengan koleksi 12 poin atau berselisih tujuh angka dari Inter Milan di puncak klasemen. Namun, lebih penting dari itu, kemenangan ini diharapkan mengembalikan kepercayaan diri Milan untuk kembali ke jalur juara.
Sementara itu, bagi AS Roma, kehilangan poin membuat celengan mereka tersendat di angka 11 poin. Mereka pun melorot ke posisi ke-11 klasemen sementara.
Susunan pemain:
Milan: Dida; Silva, Nesta, Zambrotta, Oddo; Ambrosinim Pirlo, Seedorf, Abate (Inzaghi 46); Ronaldinho (Flamini 84), Pato
Roma: Doni; Burdisso, Mexes, Riise, Cassatetti; De Rossi, Pizarro, Perotta, Taddei (Guberti 70); Vucinic (Okaka 70), Menez (Baptista 75)

