Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Fiorentina Perpanjang Derita Juventus
Minggu, 18 Oktober 2009 | 00:57 WIB
|
Share:
AFP/GIUSEPPE CACACE
Penyerang Juventus, Amauri usai mencetak gol ke gawang Fiorentina dalam lanjutan Serie-A, Sabtu (17/10). Itu adalah gol perdana Amauri musim ini. Sayang, itu hanya cukup untuk memberikan hasil imbang 1-1 untuk "Si Nyonya Tua".

TURIN, KOMPAS.com - Juventus cuma mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu Fiorentina dalam lanjutan Serie-A, di Stadion Olimpico Grande Torino, Sabtu (17/10). Juventus pun memperpanjang rekor buruk tak pernah menang dalam empat pertandingan Serie-A terakhir.

Juventus terakhir kali meraih tiga angka saat mengalahkan Livorno 2-0. Setelah itu, mereka ditahan Genoa (2-2) dan Bologna (1-1). Performa buruk Juventus mencapai puncaknya ketika mereka menyerah 0-2 kepada Palermo.

Rentetan hasil buruk itu membuahkan kecaman bagi Juventus. Karenanya, mereka memasang target menang saat menghadapi Fiorentina. Namun, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kali ini pun, usaha mereka masih tanpa naungan dewi fortuna.

Bermain di kandang sendiri dan turun dengan kekuatan terbaik, Juventus malah tertinggal lebih dulu menyusul gol Juan Vargas di menit kelima. Memanfaatkan umpan Stevan Jovetic, Vargas mengempaskan bola masuk ke sudut kiri bawah gawang Gianluigi Buffon.

Keadaan tertinggal memaksa Juventus meningkatkan tensi serangan. Setelah membuang sejumlah peluang, mereka akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Amauri di menit ke-19.

Gol bermula dari pergerakan Vincenzo Iaquinta yang berhasil menyambut umpa Christian Polsen di kotak penalti. sesaat sebelum dilabrak Frey, ia mengirim bola ke arah Amauri, yang dengan mudah meloloskan bola ke gawang yang sudah kosong.

Kedudukan imbang membuat kedua kubu sama-sama bergairah. Permainan pun berjalan semakin cepat dan terbuka. Juventus dan Fiorentina pun bergantian mengancam gawang lawan.

Pada menit ke-36, misalnya, Christian Poulsen berhasil melepaskan tendangan jarak jauh, tepat ke tengah gawang. Untung bagi Fiorentina, Frey dengan sigap menangkap bola.

Lima menit berselang, giliran Fiorentina yang menciptakan peluang emas melalui Jovetic. Namun, tembakannya dari tengah kotak penalti mengarah lurus ke arah Buffon yang segera mengamankan bola.

Aksi saling serang terus berlangsung. Namun, hingga peluit turun minum berbunyi, tak satu pun dari kedua tim mencetak gol. Mereka pun harus puas menutup babak pertama dengan skor 1-1.

Memasuki babak kedua, Juventus mencoba mengambil kendali permainan. Dipimpin Diego, Juventus berhasil mendesak barisan tengah Fiorentina. Mereka pun berhasil menciptakan peluang gol melalui Mohamed Sissoko. Namun, tendangan kerasnya masih bisa diamankan Frey.

Fiorentina merespons ancaman itu dengan melakukan serangan balik cepat. Tanpa kesulitan, Fiorentina berhasil menembus benteng Juventus dan menciptakan kesempatan gol melalui Jovetic. Memanfaatkan umpan Gilardino, Jovetic melepaskan tendangan keras ke sudut kiri gawang. Namun, bola malah melenceng keluar sasaran.

Aksi saling serang berlangsung begitu seru. Namun, kebuntuan tetap bertahan. Skor 1-1 bertahan hingga wasit Nicola Rizzoli membunyikan peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Tambahan satu angka membuat kedua kubu sama-sama mengoleksi 15 poin. Namun, Fiorentina berhak berada di peringkat ketiga klasemen sementara, atau setingkat di atas Juventus, karena unggul rekor pertemuan.

Susunan pemain:
Juventus:
Buffon; Cheillini, Cannavaro, Grosso, Grygera; Melo, Poulsen, Sissoko (Camoranesi 70), Diego (Trezeguet 82); Amauri, Iaquinta (De Ceglie  79)
Fiorentina: Frey; Dainelli, Gamberini, Gobbi, Comotto; Zanetti, Montolivo, Vargas (Pasqual  71), Marchionni (Santana  23); Jovetic (Mutu 68), Gilardino