Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Gulasci, Laba-laba dari Hungaria
Sabtu, 17 Oktober 2009 | 12:08 WIB
|
Share:
AFP
Peter Gulasci, kiper ketiga Liverpool yang juga andalan Timnas Hungaria.

TERKAIT

CAIRO, KOMPAS.com - Peter Gulasci menyita perhatian di Piala Dunia U-20 yang digelar di Mesir. Kiper Hungaria yang juga kiper ketiga Liverpool itu tampil cemerlang dan membawa Hungaria menempati urutan ketiga.

Pertandingan lawan Kosta Rika di perebutan tempat ketiga, Jumat atau Sabtu (17/10), berakhir 1-1 dan harus dilakukan adu penalti. Di sinilah kehebatan Gulasci makin terlihat. Dia tiga kali berturut-turut menggagalkan tendangan penalti Kosta Rika dan manjai faktor penentu kemenangan timnya 3-1.

Di babak sebelumnya, dia juga menunjukkan kemampuan yang sama. Gulasci menggagalkan tiga tendangan penalti. Aksi-aksi gemilang itu menentukan sukses Hungaria ke perempat final. Maka, permainan Gulasci di bawah mistar bak laba-laba yang menebarkan tali-tali atau serat penangkal benda.

Ternyata, rahasia kesuksesannya sebagai kiper sederhana. Menurutnya, dia hanya menikmati saja adu penalti itu, selebihnya naluri akan berbicara.

"Untuk memiliki kemampuan menggagalkan tendangan penalti, tak harus punya kepercayaan diri yang besar. Cukup tunjukkan bawha Anda menikmati adu penalti," kata Gulasci mengungkap rahasianya.

Di Liverpool, Gulasci memang kiper ketiga. Dia di bawah Pepe Reina dan Diego Cavalieri. Namun, dengan prestasinya di Piala Dunia U-20, bukan tak mungkin dia akan segera mendapat tempat lebih terhormat.

Rahasia lain menahan tendangan penalti, dia selalu berjalan mendatangi calon penendang. Kemudian, dia akan memegang bola dan meninggalkannya.

"Ini mungkin bisa sedikit membingungkan lawan. Atau setidaknya dia bisa marah. Bisa juga, aksi ini membuat mereka sadar bahwa sang kiper begitu percaya diri. Di matanya, gawang bisa terlihat sempit," jelasnya.

Pada pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia U-20, dia menggagalkan penalti Cristian Gamboa, Esteban Luna, dan
Carlos Hernandez secara berturut-turut. Ini jarang terjadi.

"Adu penalti seperti lotere. Tapi, harus saya akui bahwa Peter Gulasci tampil luar biasa," puji pelatih Kosta Rika, Ronald Gonzalez.

"Aku pikir, Gulasci kiper terbaik di Piala Dunia U-20. Aku tak melihat ada kiper lain yang bisa seperti dia. Jika dia bukan kiper, mungkin nasib Hungaria akan berbeda," puji rekannya, Roland Varga.

Gulasci masih muda, baru 19 tahun. Dia mengawali karier di MTK Hungaria. Karena kemampuannya, dia direkrut Liverpool pada 2007. Berlatih bersama Pepe Reina, perkembangannya semakin memuaskan.

"Berlatih bersama Pepe Reina memberiku banyak pelajaran. Dia punya teknik yang hebat, sementara aku punya teknik berbeda.

Musim lalu, Gulasci sempat dipinjamkan ke Hereford. Ini memberi pengalaman berharga kepadanya dan dia diturunkan dalam 18 pertandingan. Kembali lagi ke Liverpool, dia sudah menjadi kiper yang tangguh dan menyingkirkan kiper Inggris, David Martin, dari posisi kiper ketiga Liverpool.

Sebagai kiper, dia memang seperti laba-laba yang rapat menjaga gawangnya. Beruntung Hungaria dan Liverpool memilikinya. (AP)